Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hotel di Jatim Mulai Buka, Okupansi Masih Terbatas

Tamu menginap yang tujuannya untuk bisnis maupun traveling masih belum tumbuh.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  06:01 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA - Bisnis perhotelan di Jawa Timur sudah mulai membuka kembali layanan meski tren okupansi masih rendah rata-rata sekitar 15 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan sejak membuka kembali layanan hotel tren huniannya belum bisa meningkat, bahkan tamu yang menginap rerata adalah walk in guest atau pribadi.

"Sedangkan tamu menginap yang tujuannya untuk bisnis maupun traveling masih belum tumbuh. Bahkan kalau diproyeksi 3 bulan ke depan juga masih sulit diprediksi," katanya, Rabu (24/6/2020).

Dia mengatakan sebenarnya saat ini hotel sudah ada permintaan untuk kegiatan Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE), hanya saja internal perusahaan hotel masih merumuskan prosedur kegiatan MICE.

Layanan kegiatan MICE sendiri selama ini berkontribusi terhadap revenue hotel mencapai 40 persen, dan sejak membuka layanan ada kegiatan meeting tetapi dalam jumlah kecil sekitar 10 orang.

"Sebenarnya hotel sudah boleh buka layanan tapi dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Detail SOP nya juga sedang disempurnakan, termasuk untuk wedding dan seminar, minggu kemarin kita juga coba simulasikan," jelasnya.

Dwi menjelaskan, selain kelengkapan protokol kesehatan berupa hand sanitizer, sarana cuci tangan dan wajib menggunakan masker atau faceshield maupun thermo gun, pihak hotel juga harus menyiapkan ruang isolasi.

"Termasuk harus menerapkan physical distancing sehingga perlu ada pembatasan kapasitas," katanya.

Dia menambahkan, kapasitas yang diperbolehkan untuk layanan MICE juga akan menyesuaikan ukuran ruangan, termasuk ruang tunggu lobi dan lif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top