Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wilayah Mataraman Ikut Menyumbang Kasus Corona Terbesar di Jatim

Istilah Mataraman merujuk pada suatu wilayah kebudayaan di Jawa Timur yang meliputi bekas wilayah Keresidenan Madiun dan Kediri karena wilayah tersebut pernah dikuasai oleh Kesultanan Mataram.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  13:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan Mataraman ikut menjadi penyumbang terbesar kasus virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur, khususnya wilayah Magetan dan Lamongan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan wilayah Mataraman turut menyumbang kenaikan laju Covid-19 karena terkait klaster Pesantren Temboro.

“Kalau Ponorogo 33, daerah Pacitan sedikit 16, Trenggalek 12, Madiun 5, Kabupaten Madiun 33, dan Magetan ini 85. Magetan ini besar karena ada pesantren Temboro. Ini tracing kabupaten dan provinsi. Tapi, seminggu terakhir banyak kosong. Ini sumbangsih kasus dulu,” ujarnya dalam diskusi diskusi daring dengan Paguyupan Warga Ponorogo (Pawargo), Minggu (7/6/2020).

Wilayah Mataraman ini mencangkup daerah di bagian barat Jawa Timur, yakni Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Magetan, Kabupaten dan Kota Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Trenggalek, Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.

Istilah ‘Mataraman’ merujuk pada suatu wilayah kebudayaan di Jawa Timur yang meliputi bekas wilayah Keresidenan Madiun dan Kediri karena wilayah tersebut pernah dikuasai oleh Kesultanan Mataram.

Berdasarkan Dinas Kominfo Jawa Timur, per 6 Juni 2020, Magetan dan Lamongan masuk dalam 10 besar menyumbang kasus positif virus corona di Jatim. Di Magetan tercatat 85 orang dan Lamongan 128 orang.

Kemarin di Magetan bertambah satu orang positif, sedangkan Lamongan tidak ada penambahan. Secara total, per 6 Juni 2020, di Jatim mencatat 5.835 orang positif corona. Terjadi lonjakan kasus mencapai 286 orang dalam sehari kemarin.

Emil menyampaikan bahwa di Jatim tengah memacu uji spesimen virus corona guna mengetahui tingkat sebaran sebelum dilakukan pelonggaran. Di Surabaya yang memiliki kontribusi terbesar persebaran wabah corona sudah mampu melakukan uji tes specimen sebanyak 5.000 per hari.

Surabaya mencatat 2.918 kasus positif per 6 Juni 2020. Surabaya berkontribusi sekitar 50 persen terhadap jumlah total kasus di Jatim sebanyak 5.835 orang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Virus Corona Emil Dardak
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top