Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Layanan RSUA Jadi Bukti Beban Berat Para Nakes

RSUA mendapat dukungan untuk menjadi RS penanganan Covid-19 dan mereka telah berupaya maksimal merawat pasien dan menambah tenaga kesehatan (nakes) sebanyak-banyaknya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  05:17 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid/19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid/19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi.
Bisnis.com, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi menyebut langkah RS Universitas Airlangga (RSUA) yang menutup/membatasi layanan saat ini adalah bukti bahwa beban berat telah dipikul para tenaga kerja akibat peningkatan jumlah kasus positif.
"Kita harus melihat dari sisi lain. Itu (penutupan) bukti bahwa beban berat yang dipikul RSUA harus dilihat masyarakat," katanya saat konferensi pers, Kamis (28/5/2020).
Dia mengatakan selama ini RSUA mendapat dukungan untuk menjadi RS penanganan Covid-19 dan mereka telah berupaya maksimal merawat pasien dan menambah tenaga kesehatan (nakes) sebanyak-banyaknya.
"Tapi beberapa (nakes) telah terinfeksi, dan mereka harus melakukan internal cleaning. RSUA dan RSUD Dr Soetomo itu seperti mata uang. Kalau RSUA sedang cleaning, pasien larinya ke RSUD Dr Soetomo," katanya.
Dari catatan Gugus Tugas Covid-19 Jatim ini, hingga 24 Mei 2020 tercatat ada 135 nakes yang telah terinfeksi virus corona.
Joni mengakui bahwa sejak RSUA membatasi pelayanan pasien Covid-19, banyak pasien yang beralih ke RSUD Dr. Soetomo. Meski begitu, kata Dirut RSUD Dr. Soetomo itu menambahkan, pihaknya terus mengantisipasi semaksimal mungkin agar tidak meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
"Saat ini juga sudah ada RS Lapangan/RS Darurat di Indrapura yang mulai beroperasi. Ini setidaknya bisa mengurangi beban RSUA dan Dr. Soetomo," imbuhnya.
Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur mencatat penambahan kasus baru pasien positif terinfeksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19 pada Kamis pukul 17.00 WIB, sebanyak 159 orang.

"Secara global, total jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim mencapai 4.271 orang," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis malam.

Kota Surabaya tetap menjadi wilayah yang paling tinggi tambahan kasus barunya, yakni 84 orang sehingga jumlah terinfeksi virus corona mencapai 2.300 orang.

Kemudian, tambahan kasus baru terbanyak lainnya yaitu Sidoarjo 35 orang, disusul Situbondo delapan orang, Sampang enam orang, Jember lima orang serta Sumenep dan Magetan yang masing-masing empat orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top