Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyemprotan Tempat Nongkrong di Madiun, Wagub Jatim: Penertiban Seharusnya Humanis

Video mobil pemadam kebakaran menyemprot trotoar tempat pedagang kaki lima berjualan saat penertiban dalam rangka pencegahan Covid-19 dinilai tidak sesuai protokol dan tidak humanis.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  10:36 WIB
Emil Dardak. - Antara/Didik Suhartono
Emil Dardak. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, MADIUN - Video mobil pemadam kebakaran menyemprot trotoar tempat pedagang kaki lima berjualan saat penertiban dalam rangka pencegahan Covid-19 di Kota Madiun dinilai tidak sesuai protokol dan tidak humanis.

Video yang diunggah Ahlul Esasjana menunjukkan petugas menyiram trotoar yang terhampar tikar dan ada beberapa gelas kopi bertutup di sana. Sebuah papan jalan tertulis Jalan Abdurahman Saleh.

Petugas terlihat menggalirkan air dari mobil pemadam kebakaran. Saat air diguyurkan ke area trotoar — yang di sana juga terlihat sebuah gerobok dorong beratap terpal tempat berdagang PKL — tampak perempuan meratap. 

Adapula seorang pembeli yang merogoh kantong celana, tergesa membayar pesanan. Seorang pedagang perempuan bermasker yang bertahan terlihat bersiap menerima uang dari pembeli sembari mengamati petugas yang beraktivitas di sekitarnya.

Konvoi petugas di beberapa mobil yang menyertai penertiban dengan latar suara keras imbauan juga terdengar. Tampak pula kendaraan di ruas jalan tersebut cukup ramai saat penertiban dilakukan.

Menanggapi penertiban tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menuliskan, "Kami telah minta Bakorwil Pemprov di Madiun untuk segera cek kebenaran video ini. Kalau betul, langkah seperti ini tidak sesuai dengan protokol penertiban yang seharusnya humanis."

Emil lebih lanjut menjelaskan hasil klarifikasi Bakorwil, perempuan yang menangis di video penertiban Madiun sebenarnya sedang joget. "Tapi apapun itu, proses penertiban harus humanis," ujarnya.

Dia menambahkan memang diketahui instruksinya semprot tempat nongkrong bukan tempat usaha. "Tapi opsi ini akan dikaji bersama agar ada cara yang lebih humanis," tulis Emil, Jumat (21/5/2020) menanggapi kejadian pada Kamis, 7 Mei itu.

Merujuk data Pemkot Madiun, terdapat 3 orang positif Covid-19 di Kota Pendekar tersebut. Ada 13 pasien dalam pemantauan (PDP), 67 orang dalam pemantauan (ODP), 102 orang tanpa gejala (OTG), 1.231 orang dengan risiko (ODR).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top