Investasi Surabaya Diklaim Masih Sesuai Ekspektasi

Realisasi investasi di Surabaya pertengahan Maret ini sudah sekitar Rp10 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  17:39 WIB
Investasi Surabaya Diklaim Masih Sesuai Ekspektasi
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M Taswin (kedua kanan) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya Yusron Sumartono (kedua kiri) saat menggelar konferensi pers tentang imbauan layanan online untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, di Surabaya, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Tren investasi di Kota Surabaya di sepanjang kuartal I tahun ini masih on the track alias cukup baik di tengah kondisi isu penyebaran virus corona atau Covid-19 yang dinilai cukup mengganggu kegiatan perekonomian.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M Taswin melaporkan bahwa hingga pertengahan Maret ini realisasi investasi di Surabaya sudah sekitar Rp10 triliun.

"Angka Rp10 triliun tersebut sama dengan realisasi investasi pada kuartal I/2019. Bahkan sekarang masih pertengahan Maret, jadi masih ada potensi sampai kuartal I berakhir," katanya saat konferensi pers, Senin (16/3/2020).

Dia mengatakan isu virus corona yang sudah terjadi dalam 3 bulan terakhir ini, termasuk sudah sampai di Indonesia ternyata juga cukup menyadarkan masyarakat untuk melakukan pengajuan perizinan usaha melalui sistem online yang sudah disiapkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu.

"Sebenarnya adanya isu corona, masyarakat Surabaya sudah paham bahwa tetap bisa mengajukan izin lewat online. Baik yang datang ke kantor perizinan di Siola lewat online mandiri maupun yang online dari rumah, rata-rata mencapai 500 izin yang masuk per hari," ujarnya.

Taswin mengimbau agar masyarakat cukup melakukan pengajuan izin dari rumah melalui Surabaya Single Window (SSW) yang di dalamnya terdapat 142 izin yang diterbitkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Bahkan kalau sudah diterbitkan, masyarakat bisa mencetak sendiri surat izinnya karena setiap izin yang dikeluarkan memiliki barcode sehingga tidak bisa diduplikasi," jelasnya.

Taswin menambahkan pada tahun lalu, Surabaya merealisasikan nilai investasi sekitar Rp64 triliun. Investasi paling banyak bergerak di bidang perdagangan dan jasa termasuk cafe dan restoran yang kontribusinya mencapai lebih dari 50%.

Pada 2019 itu, jumlah perizinan yang dikeluarkan Pemkot Surabaya yakni sebanyak 100.000 izin. Meningkat jika dibandingkan izin pada 2018 yang masih di bawah 100.000 izin.

"Tahun ini harapan kami targetnya bisa di atas Rp64 triliun sambil melihat kondisi juga, karena sebenarnya peningkatan investasi juga terjadi karena kecepatan layanan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, surabaya, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup