Mahasiwa UNS Peduli Disabilitas

Setiap disabilitas memiliki potensi yang berbeda-beda. Kesempatan dan motivasi yang diberikan kepada disabilitas bisa mengembangkan potensi tersebut.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:38 WIB
Mahasiwa UNS Peduli Disabilitas
Guru membantu siswa kelas 6 SDLB penyandang disabilitas tunanetra mengerjakan soal Pendidikan Agama Islam saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD di SLB ABCD Sejahtera, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, Ponorogo – Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan day care dan bimbingan keterampilan untuk disabilitas khususnya untuk tunarungu, tunawicara, dan tunagrahita di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Ketua Tim KKN UNS Ponorogo, Suhail Ilmi Muhandis mengatakan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain senam pagi bersama dan pelatihan keterampilan. Pelatihan keterampilan sendiri ada berbagai macam variasi yaitu mulai dari membatik, membuat keset dari kain perca, anyaman tas dari tali kur, dan anyaman bambu.

Kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian terhadap disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS bekerja sama dengan organisasi sosial Rumah Kasih Sayang.

Untuk menindaklanjuti kepedulian terhadap disabilitas, diadakan pula kegiatan sosialiasi kesehatan mental dengan pembicara dr.Onza Pramudyta Hexandira yang merupakan dokter umum Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jambon.

“Sosialisasi berlangsung dengan pemutaran video motivasi. Di akhir sesi, terdapat diskusi tanya jawab antara peserta dan pembicara. Tim KKN di Ponorogo berpendapat bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya,” tulis Suhail dalam keterangan resmi, Kamis (13/2/2020).

Adanya kegiatan sosialisasi kesehatan mental diharapkan dapat melatih kesadaran bahwa semua orang memiliki kelebihan masing-masing, juga setiap individu memiliki potensi walaupun berkebutuhan khusus.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak hanya untuk disabilitas, tetapi turut pula orang tua atau pun wali disabilitas, dan juga para care giver yang merupakan kader atau relawan dari Rumah Kasih Sayang. Hal ini diharapkan dapat memotivasi dan menjawab pertanyaan orang-orang terdekat mengenai bagaimana merawat dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh disabilitas.

“Semoga keluarga yang mempunyai anggota disabilitas bisa lebih sadar akan potensi orang tersebut, dan semoga lebih bisa mengembangkan potensinya, serta lebih semangat lagi dan percaya bahwa semua orang mempunyai kelebihan masing-masing,” ujar Suhail.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyandang disabilitas, ponorogo

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup