Bisnis.com, MALANG — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakinkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini akan meningkat bila dibandingkan 2019.
“Daya tahan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi RT yang tetap baik, investasi bangunan, dan perbaikan ekspor,” katanya pada Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Malang di Malang, Senin (3/2/2020).
Secara spasial, membaiknya kinerja ekonomi tercatat di berbagai wilayah NKRI. Seperti di Sumatra dengan keberhasilan hiliran produk CPO, sedangkan Kalimantan dengan tambahan produksi CPO selain Batubara, perbaikan juga di wilayah Timur.
“Membaiknya kinerja ekonomi di wilayah-wilayah tersebut berdampak pula dengan membaiknya di wilayah Pulau Jawa Jawa,” katanya.
Menurut Perry, bauran stimulus kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, yang diperkirakan di sekitar 5,1 persen pada 2019 dan akan meningkat dalam kisaran 5,1 persen - 5,5 persen pada 2020.
Terkait ketahanan eksternal dan nilai tukar, dia meyakinkan, ada keseimbangan neraca pembayaran Indonesia (NPI) sampai dengan triwulan IV 2019 terjaga. Defisit transaksi berjalan terkendali di sekitar 2,7 persen PDB pada 2019 dan dalam kisaran 2,5-3,0 persen PDB pada 2020.
Baca Juga
Bank Indonesia akan konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi sesuai sasaran.
Terkait kelancaran sistem pembayaran, dia yakinkan, tetap terjaga. Posisi Uang Tunai Yang Diedarkan per Des-19 tumbuh 5,95% (yoy). Transaksi nontunai dengan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan UE Des-19 tumbuh 2,45% (yoy), didominasi Kartu ATM/Debit dengan pangsa 92,92%.
Uang Elektronik (UE) tetap tumbuh tinggi mencapai 188 persen (yoy) sejalan dengan preferensi masyarakat terhadap penggunaan uang digital yang terus meningkat.
Perubahan konsumen maupun faktor produksi, terutama didorong oleh meningkatnya peranan milenial dan meningkatnya digitalisasi, selanjutnya memengaruhi interaksi antar pelaku/agen ekonomi. (K24)