Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Malang Kejar Penerimaan PAD Rp731 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengejar penerimaan PAD sebesar Rp731 miliar lebih tahun ini.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  00:40 WIB
Kota Malang Kejar Penerimaan PAD Rp731 Miliar
Bagikan

Bisnis.com, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengejar penerimaan PAD sebesar Rp731 miliar lebih tahun ini.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ditargetkan dapa menghimpun pajak daerah sekitar Rp621 miliar yang berarti naik 23% dari target tahun 2019 sebesar Rp501 miluar. Sedangkan untuk retribusi diharapkan bisa mencapai Rp 110 miliar.

"Dengan tugas yang semakin bertambah dan target yang kian meningkat, artinya segenap awak Bapenda harus makin bekerja keras dan harus tetap optimis mampu memenuhi target," katanya di Malang, Rabu (29/1/2020).

Karena itulah, dia berharap, Bapenda terus meningkatkan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi agar dapat mendongkrak penerimaan pajak daerah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Asmualik berharap seiring perubahan nama dan nomenklatur BP2D menjadi Bapenda, kinerja ke depannya dapat lebih maksimal dalam upaya memenuhi target.

"Spirit perubahan ini harus bisa dibawa dalam setiap kerja-kerja nyata Bapenda dalam menghimpun uang pajak dari masyarakat, sehingga peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi dapat terus digenjot," ujar Asmualik.

Dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan rakyat oleh Pemkot Malang.

Kepala Bapenda Kota Malang, Ade Herawanto memastikan personel badan tersebut akan berusaha lebih baik. Para petugas pajak juga harus lebih tertib dalam menjalankan tugasnya sehingga memberi contoh nyata bagi para Wajib Pajak.

Kinerja Bapenda akan terus dikawal dan disupervisi ketat oleh Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI yang sejak tahun lalu melakukan pendampingan terhadap BP2D dan Pemkot Malang.

Ade menegaskan, Bapenda segera merealisasikan sistem pajak online secara terintegrasi. Harapannya mulai awal Februari nanti kita sudah bisa menerapkan sistem pajak online atau e-Tax yang lebih update dan terintegrasi.

Pelayanan e-Tax meliputi pelayanan online terhadap pajak hotel/ kost, restoran, pajak parkir, e-BPHTB dan e-Reklame bekerjasama dengan Bank Jatim.

Pemimpin Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka menegaskan, pihaknya selaku mitra kerja bakal mengapresiasi dan mendukung penuh program-program Bapenda.

"Selain menjalankan tugas sebagai bank persepsi, kami juga siap mensupport pajak online atau e-Tax yang diterapkan Bapenda melalui aplikasi dan sistem inovatif kami," ucapnya.

Untuk keperluan itu, dia menugaskan tim IT Bank Jatim untuk proaktif dan hadir langsung dalam rapat koordinasi dengan Bapenda.

Upaya optimalisasi dan sinergi ini, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menunjang upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top