Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siswa SMP 1 Surabaya Bikin Komposit dari Sampah Plastik

Dua siswa SMP Negeri 1 Surabaya, Jawa Timur, mendaur ulang sampah plastik menjadi komposit pengganti kayu untuk furniture.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  15:31 WIB
Siswa SMP Negeri 1 Surabaya Shafa Azizah (kiri) dan Zahrani Dwi Aryanti (kanan) menunjukkan komposit pengganti kayu yang terbuat dari limbah plastik saat mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah SMP/MI Tingkat Nasional
Siswa SMP Negeri 1 Surabaya Shafa Azizah (kiri) dan Zahrani Dwi Aryanti (kanan) menunjukkan komposit pengganti kayu yang terbuat dari limbah plastik saat mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah SMP/MI Tingkat Nasional "Airforce Fair 2020" di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2020). - Antara/Sumarwoto

Bisnis.com, PURWOKERTO - Dua siswa SMP Negeri 1 Surabaya, Jawa Timur, mendaur ulang sampah plastik menjadi komposit pengganti kayu untuk furniture.

Shafa Azizah dan Zahrani Dwi Aryanti dari SMP Negeri 1 Surabaya melakukan penelitian selama satu bulan untuk mendaur ulang tiga jenis sampah plastik menjadi komposit pengganti kayu hutan.

"Jadi, ide untuk pembuatan komposit ini adalah karena sampah yang banyak dan juga kayu hutan yang semakin hari makin berkurang. Jadi terbersit ide untuk mencampurkan sampah-sampah tersebut lalu diolah menjadi sesuatu yang kuat dan dapat menggantikan penggunaan kayu hutan," kata Zahrani, Jumat (17/1/2020) , di sela Lomba Karya Tulis Ilmiah SMP/MTs Tingkat Nasional "Airforce Fair 2020" di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Shafa dan Zahrani sempat mengalami kegagalan dalam upaya membuat komposit dengan struktur kuat.

Mereka akhirnya bisa mendapatkan komposit yang kuat dengan mencampur tiga jenis sampah plastik yang terdiri atas bekas tutup botol minuman dalam kemasan, mika bekas pembungkus makanan, dan bekas kemasan detergen.

"Setelah dicacah menggunakan mesin, cacahan plastik tersebut dimasukkan ke dalam cetakan, lalu dipanaskan tanpa ada campuran bahan lain, 100 persen sampah plastik," kata Zahrani.

Zahrani menjelaskan, komposit ramah lingkungan yang dia buat bersama Shafa telah diuji di laboratorium dan dinilai memenuhi standar mutu SNI 7973:2013 sehingga berpotensi menggantikan penggunaan kayu hutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya humaniora Sampah Plastik

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top