Pasar Comboran Didesain Jadi Destinasi Wisata

Pasar Comboran Timur, Kota Malang didesain menjadi pasar besi sehingga menjadi pasar khas untuk destinasi wisata tematik.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  23:10 WIB
Pasar Comboran Didesain Jadi Destinasi Wisata
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) saat memantau pembokaran lapak sementara untuk masuk ke Pasar Combortan, Malang, Rabu (15/1/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pasar Comboran Timur, Kota Malang didesain menjadi pasar besi sehingga menjadi pasar khas untuk destinasi wisata tematik.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dengan telah tuntasnya pembangunan Pasar Comboran Timur maka diharapkan menjadi pasar tematik yang khas dan sekaligus menjadi destinasi wisata tersendiri, seperti halnya Pasar Klewer Solo atau pasar Bringharjo di Yogyakarta atau bahkan Pasar Sukowati di Bali.

“Pada 23 Januari 2020 menjadi target tuntas semua pedagang dan PKL besi, sudah masuk di Pasar Comboran Timur. Dengan masuknya PKL ke pasar, maka wajah Jl,. Moh. Yamin, Jl.Halmahera, dan Jl. Sartono, akan lebih cerah. Tak akan nampak lagi kesan kumuh bedak, ruas jalan kembali normal dan tentunya lingkungan sekitar area akan semakin nampak asri,” katanya di Malang, Rabu (15/1/2020).

Untuk memastikan proses pindah dari sekitar 336 pedagang dan PKL berjalan dengan baik, ia menyempatkan diri untuk memonitor prosesnya (15/1/2020).

"Ini saya ingin pastikan semuanya berjalan sesuai jadwal. Meskipun batas akhir pemindahan pada 23 Januari, namun saya berharap tanggal 20 Januari, semuanya sudah masuk ke dalam Pasar Comboran Timur sehingga setelahnya bisa berfokus merapikan bahu bahu jalan yang sebelumnya ditempati bedak bedak penampungan," tutur Sutiaji.

Hal lain yang dipesankan kepada jajaran Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) kota Malang, terkait fasilitas toilet, memastikan air hujan tidak masuk, serta mempertimbangkan cat dinding tidak menggunakan warna putih.

"Ini khan pasar besi, pedagangnya juga tangannya pasti belepotan dengan minyak oli, itu pasti membekas kuat pada warna putih. Mungkin nanti perlu diaksen lain, sehingga bekas bekas oli tidak nampak kotor ke dinding, "ujar Wali Kota.

Pasar Comboran Timur dibangun, usai pasar besi comboran terbakar di 13 Oktober 2016.

Seperti diketahui PKL di Jl Sartono SH, selama ini berpotensi menganggu kelancaran arus lalu-lintas di Jl Gatot Subroto, yang merupakan akses jalan menuju kabupaten Malang (Malang Selatan), Blitar dan Lumajang sehingga pasca perpindahan, diharapkan arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi normal kembali.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup