Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resmikan Kantor Baru, Manulife Perluas Nasabah Surabaya

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) ingin memperluas nasabah potesial di Kota Surabaya dengan meresmikan kantor baru di gedung Pakuwon Tower Lantai 9, Tunjungan Plaza Surabaya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  14:00 WIB
Dari kiri-kanan, Presiden Direktur Manulife Indonesia Ryan Charland, Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie, GM Agency Manulife John Curtis dan Direktur & COO Manulife Hans de Waal saat peresmian Kantor Pemasaran Manulife di Pakuwon Tower Lantai 9, Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (15/1 - 2020).
Dari kiri-kanan, Presiden Direktur Manulife Indonesia Ryan Charland, Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie, GM Agency Manulife John Curtis dan Direktur & COO Manulife Hans de Waal saat peresmian Kantor Pemasaran Manulife di Pakuwon Tower Lantai 9, Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (15/1 - 2020).

Bisnis.com, SURABAYA - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) ingin memperluas nasabah potesial di Kota Surabaya dengan meresmikan kantor baru di gedung Pakuwon Tower Lantai 9, Tunjungan Plaza Surabaya.

Chief Agency Officer Manulife Indonesia, Jeffrey Kie mengatakan dengan kantor baru ini, operasional Manulife di Surabaya kini sudah tidak lagi di Graha Bukopin Surabaya. 

Menurutnya, kantor baru ini sangat startegis karena berada di pusat kota dan terintegrasi dengan mal Tunjungan Plaza. 

"Karena lebih strategis, maka agen-agen dan customer mudah menjangkau ketika mau berurusan dengan Manulife. Saat mereka nge-mal, mereka juga bisa sekalian mampir mengurus asuransi, dan juga tidak perlu pergi ke tempat berbeda di saat jalanan macet," jelasnya saat peresmian Kantor Pemasaran Baru Manulife Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan dengan keberadaan kantor baru ini, Manulife tidak memiliki target peningkatan secara khusus. Namun pihaknya meyakini dengan pelayanan yang mudah dan terjangkau maka otomatis dapat menarik nasabah maupun calon nasabah.

"Kami mau memberi customer yang terbaik. Kalau mereka punya experience bagus, otomatis kan ada peningkatan kinerja premi," imbuhnya. 

Jeffrey mengakui, pentrasi asuransi di Indonesia saat ini masih sangat rendah yakni sekitar 6%. Namun dengan berjalannya waktu dan edukasi yang dilakukan pemerintah, masyarakat akan sadar akan pentingnya berasuransi sampai bisa menjadi gaya hidup.

"Sekarang asuransi sudah mulai menjadi gaya hidup. Kalau di rumah sakit juga, biasanya sudah ditanyakan pakai asuransi apa. Maka ini jadi bagian gaya hidup," imbuhnya.

Dia menambahkan Manulife sendiri telah banyak melakukan edukasi kepada masyarakat tentang perencanaan keuangan dan manfaat asuransi, salah satunya melalui program Cerdas 5 Menit dalam salah satu stasiun televisi, maupun aplikasi digital yang juga berisi informasi asuransi.

"Umumnya rendahnya pentrasi karena faktor biaya membayar premi, tapi ini kita ubah mindset bahwa asuransi bukan soal biaya karena kalau sakit biayanya lebih besar," imbuhnya.

Soal kinerja premi Manulife, Jeffery mengatakan saat ini masih dalam proses rekapitulasi. Namun dalam laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AJJI), kinerja Manulife Indonesia pada 2019 mengalami pertumbuhan positif dan memiliki market yang sangat bagus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya manulife indonesia
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top