Tes CPNS di Kota Madiun Bakal Digelar di GCIO

Lokasi GCIO lebih representatif daripada kedua tempat yang sebelumnya sempat dijadikan opsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  13:02 WIB
Tes CPNS di Kota Madiun Bakal Digelar di GCIO
CPNS2019 - sscn.bkn.go.id

Bisnis.com, MADIUN — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun, Jawa Timur, menetapkan Gedung Government Chief Information Officer (GCIO) milik Diskominfo sebagai lokasi seleksi kompetensi dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di wilayah setempat.

Kepala BKD Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengatakan bahwa Pemkot Madiun sempat memilih Gedung Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun dan Politeknik Negeri Madiun sebagai opsi.

"Lokasi GCIO lebih representatif daripada kedua tempat yang sebelumnya sempat dijadikan opsi. Untuk persiapan seleksi kompetensi dasar (SKD) sudah dibahas dan ditentukan dalam rakor di BKD Provinsi Jatim," kata Haris di Madiun, Sabtu (11/1/2020).

Dipilihnya Gedung GCIO sebagai lokasi tes CPNS, kata dia, ditunjang oleh adaya sarana dan prasarana (sarpras) serta fasilitas penunjang lainnya yang lebih siap dan lengkap dari pada API, Politeknik Madiun, dan Asrama Haji (tes CPNS 2018).

"Hal itu karena kesiapan sarana dan prasarana dari lokasi tes sangat memengaruhi efisiensi waktu pelaksanaan SKD," katanya menjelaskan.

Menurut dia, keunggulan GCIO dibandingkan sejumlah opsi tempat tes lainnya adalah tata letak GCIO yang memiliki ruang tunggu peserta, ruang metal detector (scan barcode), dan penitipan barang. Selain itu, juga terdapat ruang pengarahan, ruang tunggu keluarga, serta ruang seleksi yang representatif dan nyaman.

Dari sisi sarana dan prasarana, GCIO dilengkapi satu genset, UPS server, CCTV, barcode scanner, pengacak sinyal, internet dedicated, toilet portabel, metal detector, dan dilengkapi ambulans.

Ia menyebutkan jumlah perangkat komputernya sebanyak 220 unit.

Menurut dia, gedung itu sanggup menampung total peserta sebanyak 3.781 orang yang lolos berkas administrasi.

Mempertimbangkan kapasitas itu, panselda hanya membutuhkan waktu 4 hari yang rencananya pada tanggal 27 sampai dengan 30 Januari untuk menggelar SKD. Nantinya, setiap hari dilaksanakan lima sesi SKD. Masing-masing SKD diikuti 200 peserta dengan durasi 90 menit.

Berbeda jika penempatannya di API yang laboratoriumnya sebanyak 100 komputer. Itu bisa memakan waktu hingga 9 hari. Komputernya juga disewa dari pihak ketiga. Tarif per unitnya Rp150 ribu per hari.

Asrama Haji akhirnya juga batal digunakan lagi karena di sana harus melakukan penataan dan instalasi ulang seluruh sarana dan prasarana. Proses itu cukup rumit dan memakan banyak waktu serta anggaran.

Seperti diketahui, Pemkot Madiun membuka 164 formasi CPNS 2019 sesuai dengan kuota dari pemerintah pusat. Perincian formasi tersebut, yakni 67 formasi tenaga pendidik, 50 formasi tenaga kesehatan, dan 47 formasi tenaga teknis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
madiun, cpns

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup