Jatim Pilot Project Pembangunan Berbasis Kawasan

Provinsi Jawa Timur ditunjuk pemerintah sebagai pilot project nasional model pembangunan berbasis kawasan, selain Jawa Tengah.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  20:19 WIB
Jatim Pilot Project Pembangunan Berbasis Kawasan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) pada Rapat Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya (9/1/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Provinsi Jawa Timur ditunjuk pemerintah sebagai pilot project nasional model pembangunan berbasis kawasan, selain Jawa Tengah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Perpres No. 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Gerbang Kertasusila dan sekitarnya,  kawasan BTS  (Bromo Tengger Semeru), serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan nerupakan bentuk model pembangunan berbasis kawasan.

"Melalui model pembangunan berbasis kawasan ini,  kita berharap dapat dilakukan serta diwujudkan pemerataan pembangunan secara maksimal, " tuturnya dalam keterangan resminya pada Kamis (9/1/2020).

Peenyataannya itu disampaikan pada Rapat Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur (9/1/ 2020).

Kepada kepala daerah se-Jatim, Gubernur menekankan agar segera dilakukan langkah-langkah penyelarasan di setiap daerah. Di sisi lain, Pemprov sedang berproses dalam membangun big data, yang akan mampu menghubungkan secara sistemik antardaerah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan komitmen dukungan Kota Malang dalam menopang pembangunan berbasis kawasan khususnya pada kawasan BTS.

"Optimalisasi beberapa pembangunan infrastruktur seperti penuntasan seksi V tol Mapan (exit Madyopuro), pembangunan jembatan Kedungkandang, dan penataan kawasan Kayu Tangan sebagai kawasan heritage yang terintegrasi, merupakan bagian untuk menguatkannya," ujar Sutiaji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, jawa timur

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup