Universitas Brawijaya Manfaatkan Limbah Produksi Tempe Jadi Biogas

Universitas Brawijaya lewat program Doktor Mengabdi 2019 mendampingi dan membimbing peternak dan perajin tempe di Sanan Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  17:43 WIB
Universitas Brawijaya Manfaatkan Limbah Produksi Tempe Jadi Biogas
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UB Prof. Sasmito Djati (dua dari kiri). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Universitas Brawijaya lewat program Doktor Mengabdi 2019 mendampingi dan membimbing peternak dan perajin tempe di Sanan Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, untuk mengolah limbah dari proses pembuatan tempe dan kotoran sapi menjadi biogas.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama UB Prof. Sasmito Djati mengatakan sebagai sentra industri tempe terbesar di Kota Malang, hampir 90% masyarakat Sanan berprofesi sebagai pengusaha tempe, mulai dari usaha tingkat mikro hingga skala besar. Di sisi lain mereka juga memiliki ternak sapi potong yang mencapai 1.000 ekor.

“Kami menggandeng Atiek Iriany dari FMIPA dan pakar ternak potong Fakultas Peternakan Kuswati untuk memproses limbah tersebut menjadi biogas,” katanya di Malang, Rabu (11/12/2019).

Seperti diketahui, produksi tempe usaha ternak sapi potong melahirkan limbah yang melimpah.

Limbah cair dari pabrik tempe yang tidak diolah secara maksimal akan menghasilkan aroma busuk cukup kuat. Sedangkan kotoran ternak hanya menumpuk terabaikan.

Salah satu solusi penanggulangannya, kata dia, mengolah limbah-limbah tersebut menjadi biogas. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan proses industri tempe, bisa juga untuk keperluan dapur rumah tangga pribadi sehingga dapat menekan biaya produksi pembuatan tempe.

Sedangkan limbah dari proses produksi tempe berupa kulit ari kedelai dan air rebusan kedelai dapat dimanfaatkan untuk sumber tambahan pakan dan minum ternak.

Kuswati mengatakan kedelai tinggi kandungan nutrisi, meskipun berasal dari sisa air rebusan dan kulit arinya. Pemberian sisa kedelai ini bisa untuk penggemukan sapi potong.

"Kami berharap langkah ini dapat mengatasi masalah limbah di Sanan, baik limbah dari industri tempe maupun limbah kotoran ternak. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah keterampilan masyarakat sekaligus menambah income pendapatan." papar Sasmito.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mewujudkan kampung biogas sebagai representasi green campus oleh Universitas Brawijaya. (K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang, universitas brawijaya

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup