Waskita Precast Upayakan Ada Penambahan Suplai Proyek Singapura

PT Waskita Beton Precast Tbk tengah mengupayakan untuk meningkatkan kinerja dari proyek luar negeri seperti dari Singapura, dan Filipina yang sedang dalam proses tender.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  15:12 WIB
Waskita Precast Upayakan Ada Penambahan Suplai Proyek Singapura
Ilustrasi.

Bisnis.com, SURABAYA - PT Waskita Beton Precast Tbk tengah mengupayakan untuk meningkatkan kinerja dari proyek luar negeri seperti dari Singapura, dan Filipina yang sedang dalam proses tender.

Direktur Pemasaran Waskita Beton Prescast, Agus Wantoro mengatakan saat ini perseroan sedang mengerjakan proyek tetrapod atau beton pengaman pantai di Singapura dengan nilai kontrak Rp217 miliar dengan total jumlah produk sebanyak 150.000 pcs.

"Meskipun kami hanya menyuplai beton tetrapod nya saja, tetapi proyek Singapura ini merupakan proyek luar negeri pertama kami, dan kami usahanya ada kontrak lagi supaya mereka menambah suplainya," ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan proyek tetrapod ke Singapura ini sudah dimulai sejak Oktober dan diperkirakan akan rampung sampai Maret tahun depan.

"Produk beton tetrapod untuk Singapura ini kami kirim dari pabrik Waskita Precast di Karawang dan Bojanegara Purbalingga," katanya.

Agus menambahkan, saat ini perseroan bersama dengan induk perusahaan Waskita Karya sedang mengikuti tender untuk proyek LRT di Filipina.

Jika menang, Waskita Karya dan Waskita Precast secara total akan memperoleh nilai tender sekitar Rp6 triliun.

"Kalau menang, ini akan membawa nama bangsa, dan kalau Waskita Karya menang, otomatis kami yang akan menyuplai betonnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Jatim, M. Rizal mengatakan pengusaha swasta sangat berharap agar perusahaan milik negara lebih banyak menggarap pasar luar negeri dan membagi pasar domestik dengan swasta yang selama ini sulit bergerak.

"Selain itu, jika BUMN banyak ekspansi ke luar negeri, maka mendatangkan devisa negara, sekaligus membawa nama bangsa," katanya.

Menurutnya, pernyataan Presiden Joko Widodo sebelumnya yang telah memberikan bagi peluang swasta untuk menjadi prioritas akan membangkitkan kembali semangat pengusaha.

"Selama ini, kue proyek di Indonesia kerap digarap dan dikuasai sendiri oleh BUMN beserta anak usaha dan cucu, bahkan cicit. Semua BUMN melakukan diversifikasi usaha sehingga swasta kesulitan bergerak, dan peluangnya semakin sempit," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, waskita beton precast

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup