Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Jatim Larang Ojek Daring Masuk Markas Setahun Terakhir

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan pihaknya telah melarang ojek daring masuk ke Mapolda setempat sejak setahun terakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 November 2019  |  13:41 WIB
Polisi bersenjata lengkap menangkap pelaku kejahatan saat simulasi pengungkapan kasus kejahatan di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/11/2019). Simulasi itu menunjukkan cara mengungkap kasus kejahatan. - Antara/Didik Suhartono
Polisi bersenjata lengkap menangkap pelaku kejahatan saat simulasi pengungkapan kasus kejahatan di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/11/2019). Simulasi itu menunjukkan cara mengungkap kasus kejahatan. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan pihaknya telah melarang ojek daring masuk ke Mapolda setempat sejak setahun terakhir, tepatnya usai rangkaian bom di Surabaya tahun lalu.

"Bukan mendiskriminasi, tapi hanya untuk antisipasi bahwa apapun kegiatan ojek daring tidak boleh di dalam dan hanya diperbolehkan sampai pos penjagaan depan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (13/11/2019).

Kali ini, menyusul adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pukul 08.45 WIB pagi tadi, pihaknya juga lebih memperketat pengamanan, termasuk siapapun pengunjung Mapolda.

Barung menyampaikan, pengamanan ketat di Mapolda yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Surabaya tersebut sudah diketahui publik dan tak ada keluhan dari masyarakat.

Siapapun yang masuk, kata dia, harus membuka jaket dan helm sejak di pos penjagaan, termasuk dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan.

"Ini sifatnya untuk mengantisipasi. Setiap mereka yang masuk di penjagaan harus dibuka jaketnya. Berkaca dari pengalaman itu, kami melihat bahwa sesuatu yang terselip di jaket bisa diantisipasi," ucapnya.

Khusus terhadap ojek daring yang akan mengirim makanan atau barang maka harus dititipkan di pos penjagaan di depan Mapolda.

"Jadi, kalau ada sesuatu misalnya go-send kemudian juga go-food itu bisa diambil di penjagaan di depan," katanya.

Sementara itu, menyusul terjadinya ledakan di Mapolrestabes Medan, pihaknya juga memerintahkan Polres jajaran se-Jatim untuk memperketat pengamanan.

"Penjagaan hari ini diperketat seluruhnya dengan mengantisipasi hal-hal yang berkembang menyangkut tentang kejadian di Medan," tutur Barung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom teroris polda jatim

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top