Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratusan Pemohon Perpanjangan SIM di Colombo Surabaya Kecewa

Ratusan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya terhambat jaringan error.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 November 2019  |  16:59 WIB
Suasana protes para pemohon perpanjangan SIM di Satpas Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya, Senin (11/11/2019). - Bisnis/Peni Widarti
Suasana protes para pemohon perpanjangan SIM di Satpas Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya, Senin (11/11/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Ratusan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya kecewa terhadap layanan akibat adanya gangguan pada sistem jaringan data komputer.

Komang, salah satu petugas pelayanan perpanjangan SIM meminta agar para pemohon dari urutan nomor antrean terakhir untuk mengumpulkan berkasnya dan kembali lagi ke Satpas Colombo pada Selasa 12 November 2019.

"Besok kembali lagi ke sini jam 6 pagi, langsung lewat pintu belakang. Tidak usah mengantri, bawa KTP asli dan malam ini kami akan perbaiki dan memasukkan data para peserta," katanya kepada para pemohon SIM, Senin (11/11/2019).

Selain tidak bisa memasukan data pendaftaran peserta pemohon perpanjangan SIM, petugas juga tidak bisa mencetak kartu SIM bagi peserta yang sudah melewati proses bayar.

Akibatnya, para pemohon protes kepada petugas mengingat para pemohon sudah membayar dan sulit untuk kembali lagi lantaran harus bekerja.

"Hari ini sudah bolos kerja, besok bolos lagi, saya tidak gajian jadinya karena saya kerja di proyek bangunan. Terpaksa besok saya balik lagi ke sini," kata Achmad Musyafa, salah seorang pemohon perpanjangan SIM C.

Musyafa mengaku sudah berada di Satpas Colombo pukul 8 pagi untuk mencari surat keterangan sehat dari dokter setempat, dan mendapatkan nomor antrean 300 an. Sementara pelayanan di entry data baru sampai 269, dan nomor antrean yang membutuhkan pelayanan mencapai lebih dari 500.

Dari pantauan Bisnis di Satpas Colombo, petugas lainnya pun meminta maaf dan memohon permakluman atas kesalahan jaringan. Menurutnya, bahkan masih banyak pemohon yang harus menunggu sampai dua bulan karena ada kekurangan SIM.

"Niat kami bukan menghambat, niatnya selesai. Niat kami baik untuk melayani sebaik mungkin, jadi kalau trouble pada jaringan tidak bisa disalahkan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top