Jumlah Restoran Jepang di Surabaya Tumbuh 10 Persen - 15 Persen

Pertumbuhan kafe dan restoran di Jatim tahun ini sekitar 20%.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  19:48 WIB
Jumlah Restoran Jepang di Surabaya Tumbuh 10 Persen - 15 Persen
Salah satu menu andalan berbasis ikan salmon dan udang di Sushi Tei Grand City Surabaya. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA — Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur menyebut tren pertumbuhan restoran Jepang di Surabaya meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Ketua Apkrindo Jatim Tjahjono Haryono mengatakan secara umum pertumbuhan kafe dan restoran di Jatim tahun ini sekitar 20%. Khusus restoran yang menghadirkan menu masakan Jepang masih sekitar 10% - 15%.

"Dalam 2 tahun terakhir ini banyak pemain restoran Jepang masuk ke Surabaya, baik itu segmen menengah ke bawah maupun segmen atas. Ini terjadi memang karena perubahan gaya hidup masyarakat kota, yang dulunya pernah ke Jepang dan ingin mencari makanan itu lagi ya akan mencari restoran Jepang," jelasnya saat Grand Opening Sushi Tei Grand City Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Selain itu, katanya, potensi pasar di Surabaya sangat besar karena sudah menjadi kota metropolitan bahkan selalu menjadi jujugan wisatawan domestik dari berbagai daerah sekitar seperti Sidoarjo, Gresik, bahkan dari Solo dan sekitarnya.

"Dengan adanya jalan tol, sangat memudahkan orang Solo, Sragen, Semarang dan daerah Jawa Tengah lainnya untuk datang ke Surabaya. Mungkin di sana belum ada restoran Jepang seperti Sushi Tei. Jadi pasar di Surabaya sangat luas cakupannya sehingga potensi pasar di Surabaya naik 10% - 15%," jelasnya.

Direktur Boga Group yang mengelola Sushi Tei, Steven Johnson Tjan, mengatakan di Surabaya, Sushi Tei telah memiliki 5 cabang yang semuanya berada di dalam area mal, seperti Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Ciputra World, dan Grand City.

"Kapasitas masing-masing restoran beragam untuk 102 orang dengan ukuran ruangan 250 m2 - 450 m2, dan yang paling besar ada di Galaxy Mal," katanya.

Dia mengatakan, secara total di Indonesia hingga kini sudah ada 50 gerai Sushi Tei, yang kebanyakan berada di Jakarta, disusul Medan sebanyak 6 gerai, lalu Surabaya, Bandung, Makassar, Bali, Pekanbaru dan Batam.

"Khusus gerai baru di Grand City yang investasinya mencapai Rp4 miliar ini, kami menargetkan 300 pengunjung per hari. Kami yakin bisa mencapainya, apalagi di Grand City kerap banyak kegiatan pameran/seminar yang mendatangkan banyak orang," jelasnya.

Steven menambahkan, sejak Sushi Tei mendapatkan label halal, tren penjualannya pun meningkat hingga 40% untuk daerah yang mayoritas adalah muslim, sedangkan daerah campuran atau yang memiliki beragam keyakinan, mengalami peningkatan 15% - 20%.

Dia tidak memungkiri, bahwa sebagian bahan baku masakan di Sushi Tei harus impor dari Jepang karena belum banyak tersedia di Indonesia dengan komposisi 50% bahan baku impor dan 50% bahan baku lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, restoran

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup