Multifinance Day, Industri Pembiayaan Diharapkan Tumbuh 5 Persen

Perusahaan pembiayaan gencar meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat di Jawa Timur melalui gelaran Multifinance Day.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  16:53 WIB
Multifinance Day, Industri Pembiayaan Diharapkan Tumbuh 5 Persen
(Dari kiri ke kanan) Sekjen APPI Sigit Sembodo; Kepala Departemen Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan; Ketua APPI Suwandi Wiratno; dan Kasubdit Ditjen AHU Kemenkumham Iwan Surpiadi saat jumpa pers Multifinance Day 2019 di Surabaya pada Rabu (9/10/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Kalangan perusahaan pembiayaan gencar meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat di Jawa Timur melalui gelaran Multifinance Day sejalan dengan target pertumbuhan kinerja pembiayaan setidaknya 5 persen tahun ini.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan hingga Agustus 2019, pertumbuhan pembiayaan hanya 4,18%. Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan tersebut cukup dipengaruhi oleh sektor otomotif yang juga sedikit melambat, bahkan stagnan.

“Memang tumbuhnya masih di bawah pertumbuhan ekonomi yang 5 persen, karena pembiayaan ini industri turunan yang juga bergantung pada sektor-sektor lainnya. Selain itu, tampaknya cukup dipengaruhi oleh perubahan peilaku, yang dulunya senang membawa kendaraan sendiri, sekarang lebih memilih ojek online,” ujarnya saat jumpa pers Multifinance Day 2019 di Surabaya pada Rabu (9/10/2019).

Meski begitu, lanjutnya, tren pembiayaan ke depan masih punya pasar potensial, apalagi pemerintah gencar membangun infrastruktur jalan yang akan mendorong sektor otomotif.

“Saat ini rata-rata transaksi pembiayaan di Indonesia tercatat sekitar Rp200 triliun – Rp350 triliun. Khusus di Jawa Timur, sekitar Rp30 triliun – Rp40 triliun. Ini artinya tren pembiayaan dan potensinya sangat besar,” jelasnya.

Dia menambahkan dari rata-rata penyaluran pembiayaan tersebut, 60 prsen merupakan kredit komsumtif, 35 persen kredit produktif, dan sisanya 5 persen pembiayaan investasi.

“Memang saat ini banyak konsumtif, tetapi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/2018, perusahaan pembiayaan diminta untuk mengarah pada pembiayaan produktif, setidaknya pada 2020, kontribusi pembiayaan produktif bisa menjadi 50 persen,” ujar Suwandi.

Kepala Departemen Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan mengutarakan meski pertumbuhan pembiayaan lebih rendah dari pertumbuhan nasional, OJK yakin Jatim bisa tumbuh lebih bagus sejalan dengan pertumbuha ekonominya yang selalu di atas nasional.

“Saya prediksi pertumbuhan pembiayaan Jatim bisa tumbuh lebih dari pertumbuhan ekonomi Jatim. Bahkan Jatim yang paling menonjol adalah kredit produktif karena selama ini ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan industri yang produksinya membutuhkan pembiayaan,” jelas Bambang.

Multifinance Day 2019 di Surabaya ini merupakan gelaran keempat. Gelaran pertama dilakukan di Bandar Lampung dengan realisasi jumlah kunjungan mencapai 1.600 orang dan mencatatkan transaksi Rp1,5 miliar.

Sementara di Bogor terdapat 37 peserta pameran dengan jumlah pengunjung 6.200 orang dan transaksi Rp4,7 miliar, dan di Makassar pada 2018 ada 2.400 pengunjung dengan transaksi Rp2,4 miliar, sedangkan di Surabaya diikuti oleh 25 peserta perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance, jawa timur

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup