Penyaluran Kredit di Wilayah Kerja OJK Malang Tumbuh 11,10 Persen

Penyaluran kredit di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang sampai Agustus 2019 menembus Rp50,87 triliun.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 29 September 2019  |  20:59 WIB
Penyaluran Kredit di Wilayah Kerja OJK Malang Tumbuh 11,10 Persen
Direktur BCA Suwignyo Budiman (kedua kiri) bersama Kepala Kanwil Wilayah VII BCA Jo Rudy Kurniawan (kiri) dan Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) pada pembukaan BCA Expo 2019 di Malang, Sabtu (28/9/2019) malam. - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG – Penyaluran kredit di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang sampai Agustus 2019 menembus Rp50,87 triliun atau tumbuh 11,10% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan sektor yang banyak menyerap kredit perbankan, yakni perdagangan dengan share 27,25%.

“Target kami di tahun ini kredit bisa tumbuh double digit secara year to date,” ujarnya di Malang, Jawa Timur, pada Minggu (29/9/2019).

Realisasi penyaluran kredit sebanyak itu, lanjutnya, menujukkan ekonomi di wilayah kerja OJK, yakni Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kab. Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kab. Probolinggo, masih tumbuh positif.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendorong percepatan penyaluran kredit di tengah melesunya ekonomi di triwulan IV/2019 a.l lewat penyelenggaraan BCA Expo.

Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan lewat BCA Expo mampu mendongkrak penyaluran kredit, meski dari sisi margin sedikit berkurang karena  banyak promo diberikan dalam kegiatan tersebut.

“Tidak apa-apa. Yang penting kredit yang tersalurkan tetap meningkat dan berkualitas,” katanya di sela-sela pembukaan BCA Expo 2019 di Malang, Sabtu (28/9/2019) malam.

Meski begitu, dia menegaskan di tengah melesunya ekonomi tidak mungkin kredit dipacu terlalu tinggi. Hal itu terjadi karena DPK juga sifatnya terbatas.

Dia mengilustrasikan kondisi di industri perbankan yang LDR nya tinggi. Namun pertumbuhan kreditnya tidak tinggi karena memang DPK-nya tidak tinggi.

Sebagai contoh, lanjutnya, penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) di BCA. Secara nominal, penyalurannya sebenarnya sudah besar, namun pertumbuhannya secara year to date tidak  tinggi karena pelunasannya cepat.

Begitu dengan KPR. Secara nominal, sampai Agustus penyalurannya sudah mencapai Rp92 triliun  dan sampai akhir tahun diharapkan bisa mencapai Rp93 triliun - Rp95 triliun. Dengan penyaluran kredit sebanyak itu, pertumbuhannya di angka sekitar 5% hingga 6%.

“Kami memang tidak jor-joran dalam menyalurkan kredit di tengah kondisi seperti ini. Yang pentingnya kreditnya berkualitas,” ucapnya.

Pada triwulan III/2019, tuturnya,  kredit tidak diarahkan disalurkan di sektor tertentu, melainkan disalurkan ke berbagai sektor. Sampai akhir tahun kredit BCA ditargetkan tumbuh 8% - 10%.

Meski begitu, dia meyakinkan, di tengah kelesuan ekonomi kredit BCA tetap harus tumbuh positif. Cara yang ditempuh antara lain lewat penyelenggaraan BCA Expo seperti saat ini berlangsung di Malang dan Medan. Pada Oktober, digelar di Jakarta dan Surabaya.

BCA Expo memiliki konsep one stop shopping, yakni fasilitas pembelian hingga pembiayaan di mana segenap nasabah dan masyarakat di Kota Malang dan sekitarnya akan dipertemukan dengan beragam layanan dan solusi seperti booth dealer mobil, properti, motor, dan makanan minuman dalam kesempatan yang sama.

”Kota Malang menjadi destinasi BCA Expo yang baru, karena kami melihat bahwa nasabah dan masyarakat Malang antusias dengan gelaran yang menawarkan beragam jenis properti dan kendaraan bermotor ini. Malang menjadi kota kedua setelah Surabaya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Timur dalam rangkaian acara BCA Expo,” papar Suwignyo.

Mencermati kebutuhan masyarakat akan properti dan otomotif dari sisi pembiayaan, BCA dan anak perusahaan bekerja sama dengan industri properti dan otomotif menyelenggarakan BCA Expo Malang.

”Kami datang dengan solusi dan nilai tambah, dengan harapan segenap masyarakat dan nasabah BCA di Malang dapat memanfaatkan BCA Expo ini untuk mendapatkan impian mereka dengan harga spesial. Ragam solusi dan penawaran spesial tersebut diharapkan sesuai dengan ekspektasi nasabah dan masyarakat,” ujar Suwignyo.

Wali Kota Malang Sutiaji berharap agar kehadiran BCA Expo Malang 2019 kali ini mampu menarik animo masyarakat semakin banyak. "Saya turut bangga dengan 450 transaksi yang telah dilakukan hari ini, itu artinya BCA Expo ini berjalan dengan sukses," ujarnya.

Ke depan, kehadiran BCA di Kota Malang diharapkan dapat memperkuat iklim perekonomian di kota ini sekaligus turut serta mensukseskan pembangunan dengan program-program CSR-nya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit, bca

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup