Surveyor Indonesia Optimitis Bisa Lampaui Target Pendapatan 2019

Surveyor Indonesia optimistis bisa meraih pendapatan melebihi target yakni mencapai Rp1,4 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:00 WIB
Surveyor Indonesia Optimitis Bisa Lampaui Target Pendapatan 2019
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Dian M. Noer (tengah) saat menggelsr diskusi dalam Media Gathering Surveyor Indonesia di Surabaya, Kamis (26/9/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Surveyor Indonesia (Persero) optimistis bisa meraih pendapatan melebihi target yakni mencapai Rp1,4 triliun sampai akhir tahun ini sejalan dengan potensi-potensi di sejumlah sektor strategi seperti migas dan mineral batu bara hingga infrastruktur.

Direktur Utama Surveyor Indonesia (SI), Dian M. Noer mengatakan target sesuai RKAP perusahaan pada tahun ini adalah Rp1,3 triliun, dan hingga Agustus 2019 baru terealisasi Rp842 miliar, dengan perolehan laba sebelum pajak Rp130 miliar.

“Memang sampai Agustus baru terlihat Rp800 miliaran, tapi kalau dilihat dari potensi pendapatan sampai kuartal 4 ini, Insya Allah ada peningkatan drastis hingga melampaui target karena pola pendapatannya kan multi year, jadi masih ada pembayaran-pembayaran dari proyek-proyek yang sedang berlangsung,” jelasnya saat Media Gathering di Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Dia menjelaskan, dari kinerja sepanjang tahun ini, kontribusi terbesar adalah disokong sektor migas 39%, disusul infrastruktur 13%, serta mineral dan batu bara 25%. Namun begitu, sejumlah proyek infrastruktur di daerah salah satunya Jawa Timur juga dinilai menjadi potensi besar bagi perseroan.

“Jatim ini menjadi tulang punggung SI. Melalui kerja sama dengan BUMN lain seperti dengan PLN untuk menggarap proyek daerah, lalu ada proyek bandara juga, maka Jatim bisa memberikan kontribusi besar, bahkan bukan hanya di Jatim tapi juga sampai Bali dan Indonesia Timur,” jelasnya.

Adapun SI saat ini berperan dalam pelaksanaan pembangunan proyek startegis nasional seperti pembangunan Palapa Ring, infrastruktur LRT Jabodebek, implemtasi mandator B20, serta program pembangkit listrik 35.000 MW. Dalam proyek-proyek itu, perseroan menjalankan fungsi untuk melakukan testing, inspeksi dan sertifikasi.

Dian menambahkan, pengembangan usaha tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Saat ini SI juga tengah menjajaki kerja sama dengan BUMN Vietnam untuk melakukan proyek inspeksi bahan baku untuk semen melalui Semen Indonesia di Vietnam.

“Dengan Vietnam ini masih negosiasi, karena seperti Gojek mau masuk Vietnam saja perlu waktu. Melalui Vietnam, harapannya ke depan kita ini dikenal di regional Asean,” imbuhnya.

Untuk memperkuat layanan, SI jugamengembangkan aplikasi IT dalam rangka otomasi produk jasa, di antaranya Data Master Online (DMO) untuk pekerjaan survey, sistem informasi verifikasi bahan bakar nabati, serta Mobile Apps Lab Pelumas. Sedangkan untuk fungsi pendukungnya Surveyor Indonesia melakukan pengembangan e-Office dan Human Resources Information Services (HRIS).

“Kami telah melangkah dalam bisnis digital sebagai upaya tranformasi korporasi dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta bisa memenuhi kebutuhan bisnis dan pelanggan melalui layanan digital,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surveyor indonesia

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup