Sepak Terjang Bos Q-Net Asal Madiun Terhenti di Lumajang

Kuat dugaan MK ini menjalankan bisnis dengan sistem money games dengan mekanisme piramida melalui perusahaan PT Amoeba International. Sedangkan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 05 September 2019  |  01:34 WIB
Sepak Terjang Bos Q-Net Asal Madiun Terhenti di Lumajang
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, menunjukkan bos Q-Net asal Madiun berinisial MK, Selasa (3/9/2019). - Istimewa

Bisnis.com, LUMAJANG — Tim Cobra Polres Lumajang menangkap seorang warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, berinisial MK, 48. MK ini merupakan direktur PT Amoeba International yang berafiliasi dengan PT Q-Net.

Kuat dugaan MK ini menjalankan bisnis dengan sistem money games dengan mekanisme piramida melalui perusahaan PT Amoeba International. Sedangkan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida.

Dalam rilis yang dikutip JIBI dari situs resmi Polri tribratanews.id, Selasa (3/9/2019), dalam menjalankan bisnis itu, member baru yang bergabung dengan Q-Net diwajibkan untuk mencari dua anggota. Dan setiap anggota baru ditugaskan hal yang sama yaitu merekrut anggota baru. Sehingga dalam jaringan itu membentuk sistem piramida yaitu masing-masing kaki kanan dan kirinya akan bercabang terus.

Para member baru ini dijanjikan setiap kelipatan tiga masing-masing kaki kiri dan kanan akan mendapatkan 250 dolar bahkan bisa mereka dijanjikan bisa mendapatkan Rp11 miliar dalam satu tahun. Jika para member tersebut bekerja tekun.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengatakan kasus bisnis money games yang dijalankan MK ini terbongkar setelah ada laporan anak hilang. Setelah tim menelusuri kasus anak hilang itu, ternyata anak tersebut bergabung dengan bisnis Q-Net di Madiun. Korban saat itu diwajibkan membayar uang Rp10 juta.

Dalam melancarkan aksi tersebut, MK menjanjikan member baru akan dipekerjakan sebagai pendata barang dengan gaji Rp3 juta per bulan. Tetapi, setelah bergabung dengan Q-Net itu, korban tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Selanjutnya, para member baru ini diperintahkan oleh atasan mereka untuk mencari member baru dengan cara yang sama. Caranya dengan menawarkan pekerjaan sebagai pendataan barang dan mendapat gaji Rp3 juta.

"Member baru yang datang akan langsung di braind wash atau cuci otak dan disuruh untuk membayar dengan nominal yang sama seperti pendahulunya," kata dia.

Dari pengakuan sejumlah korban, kata Kapolres Lumajang, ada beberapa korban yang menjual sapi bahkan ada yang berhutang ke rentenir hingga menggadaikan sepeda motor. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan uang Rp10 juta dan diberikan ke Q-Net. Sampai saat ini korban yang ikut dalam bisnis ini masih kebingungan untuk melunasi hutang-hutangnya.

“Para korban mengaku sewaktu di Kota Madiun ditempatkan di satu rumah dan dijaga oleh para seniornya serta tidak diizinkan ke mana-mana. Beberapa dari mereka terpaksa memberanikan diri keluar dengan cara melarikan diri melalui jendela pada saat malam hari. Mereka pun hanya makan nasi dengan garam atau mi instan dengan air dingin. Bahkan saking kelaparan nya, mereka sampai mencuri tanaman singkong milik warga” tutur Kapolres Lumajang, Selasa (3/9/2019).

Katim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, mengatakan timnya akan terus mendalami kasus ini. Polisi akan membongkar kasus ini dan menangkap aktor yang ada di balik layar bisnis money games ini.

Saat ini, pihaknya telah menetapkan MK sebagai tersangka. Selama diperiksa, tersangka selalu menolak terlibat dalam binis money game ini. Namun, sejumlah bukti membuktikan bahwa MK adalah orang penting dalam bisnis tersebut.

"Hal ini diketahui melalui video presentasinya, brosur, dan juga majalah yang jelas memperlihatkan keberadaan MK. Hal tersebut semakin mempersulit MK untuk mengelak bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus ini," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi bodong

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top