Garudafood Bangun Eduwisata Berbasis Industri di Gresik

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk mulai mengembangkan wisata edukasi berbasis industri tahap pertama di pabrik Garudafood Gresik untuk memperluas potensi wisata Jawa Timur.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  16:48 WIB
Garudafood Bangun Eduwisata Berbasis Industri di Gresik
Dari kiri-kanan, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizky Handayani Mustafa, Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Dorodjatun Kuntjoro Jakti dan CEO Garudafood Hardianto Atmadja saat peresmian wisata edukasi berbasis industri Gery X-Quest factory, di Gresik, Rabu (28/8/2019). - Peni Widarti/Bisnis

Bisnis.com, GRESIK – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk mulai mengembangkan wisata edukasi berbasis industri tahap pertama di pabrik Garudafood Gresik untuk memperluas potensi wisata Jawa Timur.

CEO Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan dalam pengembangan wisata edukasi industri ini, perseroan menginvestasikan Rp5 miliar belum termasuk bangunan gedung.

"Ini masih tahap pertama, kami akan melihat perkembangan minatnya ke depan seperti apa, maka kami akan kembangkan terus tahap kedua dan seterusnya," katanya saat peresmian wisata edukasi industri Gery X-Quest factory, Rabu (28/8/2019)

Dia menjelaskan konsep wisata edukasi dan entertainment digital pertama di Indonesia saat ini memiliki kapasitas 50 orang pengunjung per batch.

Rencananya dalam satu hari akan ada tiga batch. Pengunjung juga akan dikenakan tarif masuk tetapi mendapatkan goodies bag yang berisi beragam snack. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan biskuit, sekaligus merasakan atraksi animasi pembuatan snack dengan menggunakan kacamata VR.

"Tahun pertama kami menargetkan bisa mendatangkan minimal 1 bus kunjungan eduwisata ini per hari, dengan hari operasional Senin - Sabtu," jelasnya.

Selain mengembangkan bisnis eduwisata di Gresik dan rencannya membuat konsep yang sama di pabrik cokelat Jawa Barat, Garudafood saat ini juga tengah memperluas area pabrik di Driyorejo Gresik.

Saat ini kapasitas produksi pabrik di Gresik tersebut sekitar 9.000 ton/bulan, dengan perluasan pabrik baru nantinya kapasitas produksi meningkat 20% lagi.

"Di sebelah ini sedang kami bangun pabrik besar, harapannya tahun depan sudah selesai sehingga produksi kami bisa meningkat," katanya.

Hardianto menambahkan industri makanan dan minuman (mamin) diyakini ke depan masih akan terus tumbuh meskipun tahun ini mengalami pertumbuhan yang low single digit.

"Kami masih optimistis tahun ini bisa tumbuh double digit karena memang makanan adalah kebutuhan pokok manusia," katanya.

Rizky Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, mengatakan pemerintah akan berupaya mendorong industri-industri lainnya untuk aktif menciptakan potensi wisata baru berbasis industri dan edukasi yang saat ini belum banyak.

"Segmen market untuk wisata edukasi industri ini bisa kalangan anak-anak dan dewasa, baik nasional ataupun internasional. Kami akan dorong pemerintah daerah juga karena mereka yang akan mengeluarkan izin baik itu industri maupun izin wisata," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia bisa melihat negara lain seperti Swiss yang terkenal dengan industri coklatnya. Dalam industri tersebut juga sekaligus mendatangkan wisatawan langsung.

"Sejauh ini yang sudah ada di pabrik krayon di Bekasi, tetapi mereka hanya melihat belum ada atraksinya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garudafood, destinasi wisata

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup