Sekawan Cosmetics Menargetkan Tumbuh 18%

Sekawan Cosmetics tengah mengejar pertumbuhan kinerja setidaknya 18% - 20% tahun ini.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  14:50 WIB
Sekawan Cosmetics Menargetkan Tumbuh 18%
Ilustrasi. - Makeupgeek

Bisnis.com, SURABAYA – Sekawan Cosmetics tengah mengejar pertumbuhan kinerja setidaknya 18% - 20% tahun ini dengan fokus menggarap pasar dalam negeri dan menyiapkan tiga produk baru untuk segmen menengah.

General Manager Sekawan Cosmetics, Fredrik Ong mengatakan pada semester II ini perseroan sedang membuat produk baru untuk kategori dekoratif misalnya seperti lipstik dengan warna-warna yang cerah dan beragam serta maskara yang rencananya diluncurkan 2 bulan lagi.

“Produk dekoratif beberapa tahun belakangan ini memang lagi tren sampai ke anak muda, tapi kebanyakan didominasi oleh produk impor China dengan kualitas yang tidak ada BPOM sehingga sulit masuk. Ini potensi bagi kami, dan kami perlu garap pasar ini,” jelasnya, Selasa (27/8/2019).

Dia mengatakan selama ini perseroan memang bayak main di pasar ekspor dengan komposisi ekspor di atas 50% dan pasar lokal di bawah 50%. Namun ini perseoran ingin memperbesar pasar domestik dengan komposisi saat ini sudah 70% pasar domestik dan 30% merupakan pasar ekspor.

“Ekspor kami selama ini ke Filipina, Kamboja, Timur Tengah, Dubai, Irak, Yaman, Nigeria dan beberapa negara di Eropa,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pasar lokal banyak dikuasai oleh produk asing, sehingga sebagai perusahaan asli dalam negeri, Sekawan ingin menjadi produsen kosmetik yang terbaik di negeri sendiri yang memiliki pangsa pasar lebih besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta orang.

Fredrik menambahkan, pada semester I/2019 ini, kinerja perseroan juga cukup baik dan mengalami pertumbuhan 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, salah satunya melalui penjualan personal care seperti pomade dan parfum.

Bahkan, lanjutnya, dalam 2 tahun terakhir, harga bahan baku kosmetik juga cukup stabil, harga minyak bumi dan minyak nabati cukup rendah, hingga nilai tukar dolar yang cukup stabil.

“Yang paling berpengaruh terhadap kinerja industri kosmetik saat ini adalah soal upah minimum kota/kabupaten,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain menyiapkan sejumlah produk baru, perseroan juga ingin menambah distributor baru untuk memperluas area-area pasar baru yang belum terjangkau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik, industri kosmetik

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top