Pedagang Pasar Bunga Madiun Enggah Direlokasi, Takut Rugi

Sejumlah pedagang bunga di Pasar Bunga Madiun, Jawa timur, menolak rencana Pemkot Madiun yang akan memindah pasar tersebut ke lokasi baru. Mereka menilai pemindahan pasar yang sudah mapan berpotensi merugikan pedagang.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 27 Juli 2019  |  15:45 WIB
Pedagang Pasar Bunga Madiun Enggah Direlokasi, Takut Rugi
Suasana di Pasar Bunga Madiun di belakang Stadion Wilis Madiun, Sabtu (27/7 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Bisnis.com, MADIUN - Sejumlah pedagang bunga di Pasar Bunga Madiun, Jawa timur, menolak rencana Pemkot Madiun yang akan memindah pasar tersebut ke lokasi baru. Mereka menilai pemindahan pasar yang sudah mapan berpotensi merugikan pedagang.

Pantauan Madiunpos.com di Pasar Bunga Madiun yang berada di belakang kawasan Stadion Wilis, Sabtu (27/7/2019), sejumlah pembeli tampak memilih beragam tanaman dan bunga di pasar itu. Sedangkan para pedagang bunga menyiram dan membersihkan tanaman di kios masing-masing.

Wacana pemindahan Pasar Bunga Madiun ini disampaikan Wali Kota Madiun, Maidi. Rencananya pasar yang sudah ada belasan tahun silam itu akan dipindah di wilayah Kecamatan Taman.

Pemkot Madiun berencana membangun kawasan di depan kompleks Perhutani sampai di Pasar Bunga itu menjadi kawasan wisata kuliner terbesar di Madiun. Untuk merealisasikan keinginan pemkot itu, pasar bunga harus dipindah.

Seorang pedagang di Pasar Bunga Madiun, Ninik, menyatakan tidak sepakat dengan rencana pemindahan pasar bunga. Sebab, banyak beban yang harus ditanggung pedagang saat pasar dipindahkan.

"Kalau sejauh ini pedagang belum dikumpulkan untuk membincang soal dipindah ini. Kalau saya pribadi ga setuju kalau dipindah," kata dia.

Ninik menyebut bila pasar benar-benar dipindah tentu pedagang harus menyiapkan uang yang tidak sedikit untuk mengangkut barang dagangan. Selain itu, saat berjualan di tempat yang baru tentu pedagang harus memulai beradaptasi dan mencari pelanggan lagi.

"Kalau di sini kan konsumen sudah pada tahu. Tapi kalau di tempat baru, ya harus menyesuaikan diri dulu. Harus cari konsumen lagi," ujar perempuan yang sudah berjualan di pasar ini sejak 2004.

Menurutnya, selama ini pasar bunga ini sudah dikenal masyarakat dalam kota maupun luar kota. Sehingga saat warga hendak mencari bunga atau tanaman, mereka datang ke pasar bunga di belakang Stadion Wilis.

Pada hari aktif, kata dia, biasanya bisa menjual lima sampai sepuluh tanaman per hari. Namun, saat hari libur maupun akhir pekan bisa mencapai belasan tanaman terjual.

Pedagang bunga lainnya, Yekti Padmaningsih, juga menyatakan menolak rencana pemindahan pasar bunga ke lokasi baru. Dia memperkirakan pemindahan itu hanya memperberat beban pedagang.

"Kalau pindah pasti memberatkan pedagang," ujar dia.

Pedagang lain, Sugik, menyampaikan hal berbeda dari dua pedagang sebelumnya. Ia sepakat dengan rencana pemindahan pasar bunga ke lokasi baru.

Ia menilai selama ini pasar bunga mulai sepi karena lokasinya kurang strategis. Selain itu, pemindahan pasar juga sudah menjadi kebijakan pemerintah. Sehingga pedagang hanya bisa mengikuti aturan itu.

Pria yang sudah tujuh tahun berjualan di Pasar Bung Madiun itu mengaku sudah mendengar kabar rencana pemindahan pasar bunga. Tetapi, dia belum mendapatkan informasi resmi dari pemerintah terkait rencana itu.

"Saya di sini sewa sekitar Rp3 juta per tahun. Kalau di pasar sini kan lokasinya agak ke dalam ya. Terus parkirnya juga sempit," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citra tubindo

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top