BNPB Ungkap Potensi Kekeringan di 45 Desa di Kabupaten Pacitan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat merilis data daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan pada akhir Juni lalu.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  14:09 WIB
BNPB Ungkap Potensi Kekeringan di 45 Desa di Kabupaten Pacitan
Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Ada 45 desa di Kabupaten Pacitan yang berpotensi dilanda bencana kekeringan. Potensi kekeringan itu diungkap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Bidang Humas BNPB Rita Rosita menyebut, dari jumlah itu sebanyak 13 desa berpotensi mengalami bencana kering kritis. Desa yang berpotensi mengalami kekeringan kritis adalah Desa Jlubang, Desa Pelem, Desa Ngadirejan, Desa Sugih waras, Desa Pucangsewu, Desa Sambong, Desa Ponggok, Desa Tambakrejo, Desa Borang, Desa Pager Kidul, Desa Sudimoro, Desa Sembowo, dan Desa Karang Mulyo.

"Kemudian lima desa berpotensi Kering Langka Terbatas, antara lain Desa Punung, Desa Mendolo Lor, Desa Ploso Kecamatan Punung, Desa Gembong, dan Desa Temon," kata Rita dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

Rita juga mengungkap, ada 5 desa di Pacitan yang berpotensi mengalami kekeringan langka yakni Desa Mantren, Desa Jatimalang, Desa Ploso Kecamatan Tegalombo, Desa Ngreco, dan Desa Gemaharjo.

Untuk mengatasi potensi bencana kekeringan ini, BPBD Kabupaten Pacitan bekerjasama dengan PDAM telah menyalurkan 51 mobil tangki air di 14 desa yang mengalami kekeringan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat merilis data daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan pada akhir Juni lalu. Dalam data yang dirilis BMKG disebutkan ada 35 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Kemudian, 65 persen wilayah masih mengalami musim hujan.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

"Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Pada umumnya prospek akumulasi curah hujan 10 harian ke depan, berada pada kategori Rendah (<50 mm dalam 10 hari)," ujar BMKG dalam rilisnya akhir Juni lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kekeringan, pacitan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup