Batik Tulungagung Menembus Pasar Amerika

Pengusaha batik asal Kota Malang, Jawa Timur, mengincar peluang pasar di luar negeri, khususnya untuk produk batik tulis dengan motif khusus yang sesuai dengan pesanan pembeli.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  19:47 WIB
Batik Tulungagung Menembus Pasar Amerika
Pendiri Soendari Batik and Art, Yunita Sandrayanti, menunjukkan salah satu koleksi batik Kelengan asal Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (2/7/2019) - Antara/Vicki Febrianto

Bisnis.com, MALANG – Pengusaha batik asal Kota Malang, Jawa Timur, mengincar peluang pasar di luar negeri, khususnya untuk produk batik tulis dengan motif khusus yang sesuai dengan pesanan pembeli.

Pendiri Soendari Batik and Art Yunita Sandrayanti mengatakan dalam waktu dekat akan memperkenalkan produk batik tulis asal Indonesia kepada pelaku usaha dari Hawai, Amerika Serikat.

"Ada peluang dari Hawai, saya akan mencoba memperkenalkan kepada mereka untuk produk batik tulis," kata Yunita, di Kota Malang, Jawa Timur, pada Selasa (2/7/2019).

Yunita menjelaskan produk batik tulis yang dijualnya tersebut hanya menggunakan desain yang diminta oleh pembeli, sehingga secara kuantitas tidak akan terlalu besar, tetapi diharapkan bisa memasok kebutuhan secara berkala.

Produk-produk batik tulis yang ditawarkan oleh Yunita merupakan buatan para pengrajin batik yang berasal dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, salah satunya berasal dari Tulungagung, Jawa Timur.

"Jika kuantitasnya sangat banyak akan tidak mungkin untuk memenuhinya, namun, batik yang saya tawarkan merupakan batik tulis yang memiliki corak sesuai pesanan saja," kata Yunita.

Batik tulis yang ditawarkan oleh Yunita, kebanyakan diproduksi di Tulungagung dengan menggandeng pengrajin lokal. Batik tulis memerlukanj waktu yang cukup panjang dalam pembuatannya, sehingga untuk pemenuhan skala besar kurang bisa diakomodasi.

Namun, meskipun produk yang ditawarkan Soendari Batik and Art tersebut tidak memiliki kuantitas yang cukup banyak, sudah ada permintaan dari pengelola salah satu galeri seni yang berada di New York, Amerika Serikat.

Untuk memasok kebutuhan galeri tersebut, Yunita mengirimkan kurang lebih sebanyak 30-40 lembar batik tulis tiap tiga bulan sekali. Pemenuhan produk tersebut dilakukan dengan menggandeng mitra-mitra yang sudah melakukan kerja sama dengan pihaknya.

"Biasanya sampai 30 sampai 40 lembar batik tulis, karena itu semua berbeda-beda, dan sesuai permintaan mereka. Harganya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per lembar," kata Yunita.

Selain batik yang diproduksi di Tulungagung tersebut, juga ada berbagi macam batik yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia di antaranya Indramayu, Tasikmalaya, Bantul, Yogyakarta, dan Solo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top