Indal Aluminium Proyeksikan Pertumbuhan 10%

PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) tahun ini memproyeksikan pertumbuhan kinerja bisa mencapai 10% sejalan dengan potensi perluasan pasar ekspor.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  18:18 WIB
Indal Aluminium Proyeksikan Pertumbuhan 10%
Dari kiri - kanan. Direktur INAI Cahyadi Salim, Presiden Komisioner Welly Muliawan, Presiden Direktur Alim Markus, Direktur Alim Prakasa, dan Direktur INAI Wibowo Suryadinata saat menggelar RUPS di Surabaya, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) tahun ini memproyeksikan pertumbuhan kinerja bisa mencapai 10% sejalan dengan potensi perluasan pasar ekspor terutama Amerika Serikat sebagai dampak adanya perang dagang dengan China.

Direktur INAI, Cahyadi Salim mengatakan adanya perang dagang tersebut memang membebani sejumlah kegiatan usaha, tapi tidak sedikit juga peluang yang tercipa dari kondisi tersebut termasuk industri aluminium ekstrusion yang diproduksi INAI.

"Kami sebagai produsen aluminium ekstrusion yang sudah menguasai pasar Asia Tenggara akan segera memasuki celah pasar yang terbentuk," katanya saat RUPS INAI, Kamis (27/6/2019).

Dia mengatakan hampir separuh penjualan perusahaan grup Maspion ini untuk pasar ekspor dengan menyasar AS dengan jumlah penjualan sekitar US$20 juta.

Adapun pada 2018, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 15,3% dibandingkan kinerja tahun sebelumnya. Penjualan tersebut disumbang oleh produk di sektor jasa konstruksi sebesar 34,5%, setelah itu disusul produk aluminium.

Dari kinerja itu, penjualan di pasar ekspor berkontribusi sekitar 45,5% atau terealisasi Rp514,61 miliar, dan sisanya merupakan penjualan di pasar domestik.

"Presentase penjualan ekspor ini meningkat 39,8% dibandingkan 2017, dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun ini," imbuh Cahyadi.

Direktur INAI, Wibowo Suryadinata menambahkan kinerja penjualan pada awal tahun ini juga menunjukan tren yang positif. Tercatat pada periode Januari - Mei 2019 penjualan ekspor sudah mencapai Rp244 miliar atau tumbuh 32,7% dibandingkan periode yang sama 2018.

"Kontribusi pasar ekspor di awal tahun ini juga berubah, yang tahun lalu hanya 44,1% kini menjadi 51,1%. Sedangkan kontribusi pasar domestik menurun dari 55,9% menjadi 48,9%," jelasnya.

Presiden Direktur INAI, Alim Markus menambahkan perseroan akan terus melakukan peremajaan fasilitas produksi dengan teknologi yang lebih baru agar mampu menghadapi kompetisi.

"Kami akan fokus pada produk-produk yang punya margin tinggi dan melakukan diversifikasi produk tetapi tidak meninggalkan ciri khas produk INAI," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aluminium

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top