Omzet Kafe dan Restoran di Surabaya Bakal Naik 30% Saat Lebaran

Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan omzet penjualan kafe dan restoran di Surabaya bakal naik 30% setelah dua hari Lebaran.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  22:42 WIB
Omzet Kafe dan Restoran di Surabaya Bakal Naik 30% Saat Lebaran
Ilustrasi. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, SURABAYA — Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan omzet penjualan kafe dan restoran di Surabaya bakal naik 30% setelah dua hari Lebaran.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengungkapkan dalam 3 bulan terakhir ini kondisi omzet penjualan kafe dan restoran sempat turun sampai 20% akibat isu pemilu terlebih adanya aksi 22 Mei lalu.

"Isu-isu kemarin itu ya cukup memengaruhi publik dan berdampak pada penjualan kafe restoran karena ada yang takut keluar. Tapi kita masih tertolong dengan adanya layanan GoFood dan GrabFood yang terlihat meningkat transaksinya, dibandingkan orang yang datang ke restonya," ujarnya, Jumat (31/5/2019).

Sementara, pada saat momen Ramadhan, masyarakat kecenderungan lebih memilih paket-paket makan di hotel untuk menikmati buka puasa bersama keluarga atau kolega mengingat banyak penawaran dan promo dari hotel-hotel di Surabaya.

Meski begitu, lanjut Tjahjono, pada saat hari H Lebaran dan setelahnya, pengusaha kafe dan restoran bisa memanfaatkan momen tersebut karena diperkirakan bakal banyak kunjungan warga dari luar Surabaya.

"Teman-teman pengusaha yang turun omzetnya kemarin bisa ambil balik peluang ini. Kami yakin yang biasanya perputaran kursi restoran hanya 2 sampai 3 kali, tapi nanti bisa meningkat jadi 6 kali," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan jalan tol baru Trans Jawa yang menghubungkan Surabaya - Jakarta ini menjadi akses warga luar Surabaya untuk datang berkunjung sekaligus menikmati wisata kuliner di Surabaya.

"Begitu juga sebaliknya, banyak juga orang Surabaya yang memanfaatkan jalan tol baru untuk pergi ke Solo walaupun itu hanya untuk wisata kuliner saja karena akses dan perjalanan yang cepat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, bisnis kuliner

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup