Integra Investasi Fasilitas Pabrik Rp200 Miliar

Penambahan kapasitas dan fasilitas pabrik tersebut untuk produk millwork dan wooden blind (kayu ringan untuk interior) yang sangat diminati di AS.
Peni Widarti | 28 Mei 2019 20:56 WIB
Direktur Finance PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno (kiri) dan Direktur Integra Widjaja Karli (kanan) saat menggelar paparan publik di Surabaya, Selasa (28/5/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan mebel PT Integra Indocabinet Tbk tahun ini menyiapkan modal Rp200 miliar untuk menambah fasilitas dan mesin produksi guna memperkuat pasar ekspor terutama ke Amerika Serikat.

Direktur Finance Integra, Wang Sutrisno, mengatakan penambahan kapasitas dan fasilitas pabrik tersebut untuk produk millwork dan wooden blind (kayu ringan untuk interior) yang sangat diminati di AS.

"Kami melihat potensi alam Indonesia yang luar biasa untuk jenis-jenis kayunya, makanya kami akan optimalkan kayu-kayu yang ada sebagai produk turunan furnitur misalnya produk wooden blind itu bisa diproduksi dari kayu sengon, mahoni dan pinus. Nah sengon ini pun hanya ada di Indonesia," ujarnya saat paparan publik, Selasa (28/5/2019).

Dia mengatakan perseroan selama ini memiliki dua divisi produk yakni furnitur yang terdiri dari fully furnitur dan knockdown, serta divisi komponen bangunan seperti frame pintu dan jendela.

"Untuk produk knockdown ini pasarnya sangat agresif karena adanya tren penjualan online yang mana ongkos kirimnya jauh lebih efisien dan cepat. Kita akan perkuat juga di produk furnitur knockdown," imbuhnya.

Selain itu, produk komponen bangunan juga diharapkan meningkat sejalan dengan pertumbuhan sektor properti ke depan.

"Kami berharap dengan meningkatkan produksi kami bisa menggenjot pasar ekspor sampai 30% tahun ini," imbuhnya.

Direktur Integra Widjaja Karli mengatakan selain memperkuat pasar ekspor, perseroan juga sudah masuk ke pasar ritel dan distribusi di Indonesia. Hingga saat ini Integra sudah memiliki 3 gerai ritel yakni di Surabaya ada Kana Home (middle up) dan Festiva (middle low), serta satu gerai di Bali.

"Beberapa bulan ke depan kita akan buka gerai satu lagi di Jakarta," imbuhnya.

Adapun Integra mencatatkan penjualan pada 2018 mencapai Rp2,1 triliun atau tumbuh 21,1% dibandingkan capaian 2017 yang hanya Rp1,7 triliun. Sedangkan gross profit pada 2018 mencapai Rp739 miliar atau tumbuh 31,8% dibandingkan 2017 yang hanya Rp561 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Integra Indocabinet

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top