Sekar Bumi Proyeksikan Pertumbuhan 15% Tahun Ini

Pabrik baru di Cikupa Tangerang yang sudah beroperasi itu akan memproduksi makanan olahan beku dengan kapasitas hingga 500 ton/bulan.
Peni Widarti | 27 Mei 2019 18:08 WIB
Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk Harry Lukmito (ketiga kanan) bersama dengan jajaran direksi Sekar Bumi saat menggelar RUPS di Surabaya, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA — Produsen makanan olahan berbasis hasil laut, PT Sekar Bumi Tbk memproyeksikan pertumbuhan kinerja tahun ini bisa mencapai 10% - 15% seiring dengan beroperasinya pabrik baru di Cikupa dan adanya potensi ekspor ke Amerika Serikat.

Presiden Direktur Sekar Bumi Harry Lukmito mengatakan pabrik baru di Cikupa Tangerang yang sudah beroperasi itu akan memproduksi makanan olahan beku dengan kapasitas hingga 500 ton/bulan.

"Selain itu semester II nanti pabrik pengolahan pakan udang dan ikan di lamongan milik anak usaha kita PT Karka Nutri Industri juha akan selesai, lalu kuartal III juga ada pabrik bumbu yang kita investasikan Rp10 miliar," ujarnya saat RUPS Sekar Bumi, Senin (27/5/2019).

Adapun Sekar Bumi mencatatkan penjualan perseroan pada 2018 mencapai Rp1,95 triliun atau naik 9,32% dibandingkan capaian 2017 atau secara volume mencapai 25.692 ton. Dari jumlah tersebut sebanyak 91,66% merupakan kontribusi pasar ekspor dan sisanya 8,34% merupakan pasar domestik atau hanya Rp162 miliar

Sementara untuk kinerja laba kotor pada 2018 mencapai Rp225,61 miliar atau naik 21,19% dibandingkan laba kotor 2017.

Harry menambahkan penjualan pasar domestik memang masih sangat kecil, tetapi diharapkan dengan adanya produk-produk baru akan meningkatkan pasar lokal sampai 30%

"Untuk memenuhi pasar domestik memang kapasitas produksi kita sudah mentok dan terbatas, tapi setelah ini diharapkan pasar lokalnya naik karena potensinya masih sangat besar apalagi untuk produk frozen misalnya tempura, springroll dan pangsit goreng," imbuhnya.

Harry menambahkan untuk pasar ekspor, Sekar Bumi semakin memiliki potensi pasar mengingat adanya perang dagang Amerika Serikat dengan China. AS sendiri, lanjutnya, telah menaikkan tarif impor untuk produk dari China.

"Ini peluang bagi kita untuk ambil pangsa pasar di AS yang lebih besar. Selama ini ekspor kita ke AS mencapai 70%, lainnya disusul Amerika Latin, Timur Tengah dan Australia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sekar bumi

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top