Danamon Jatim Perkirakan Kredit Semester I Tumbuh 12 Persen

Meski ada momen politik di semester I ini tetapi tren penyaluran kredit Danamon di kuartal I masih cukup stabil.
Peni Widarti | 17 Mei 2019 21:05 WIB
Regional Sales Support Head Danamon Jatim IGede Bagus S (kiri) dan Regional Head RCO Jatim Danamon, Andri Y. Sambas (kanan) saat berbincang dengan media dalam Buka Bersama Danamon di Surabaya, Jumat (17/5/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk Regional Jawa Timur memperkirakan kinerja penyaluran kredit pada semester I tahun ini bisa tumbuh mencapai 10% - 12% (yoy).

Regional Head Danamon Jatim, Andri Y. Sambas, mengatakan meski ada momen politik di semester I ini tetapi tren penyaluran kredit Danamon di kuartal I masih cukup stabil yakni sama seperti kuartal I tahun lalu.

"Memang kondisi politik kita cukup memengaruhi orang untuk wait and see dan menahan uangnya di bank untuk tidak keluar ataupun menahan investasi, tapi untuk kredit tidak terlalu karena kan mau Lebaran, jadi orang butuh modal kerja lewat kredit usaha," jelasnya di sela-sela Buka Bersama Danamon, Jumat (17/5/2019).

Dia mengatakan penyaluran kredit Danamon di Jatim cukup banyak diserap oleh sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan kredit korporasi dan komersial lainnya disusul kredit konsumer seperti KPR.

"Penyaluran KPR di Jatim ini cukup lumayan dan kontribusi Jatim mencapai 11% dari total penyaluran KPR secara nasional, dan merupakan yang terbesar setelah Jakarta," katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini penyaluran KPR di Jatim kebanyakan masih untuk proyek-proyek hunian landed, sedangkan hunian high rise seperti apartemen masih belum terlalu banyak.

Andri menambahkan, baru-baru ini Danamon melalui unit usaja syariahnya telah meluncurkan produk baru KPR Syariah pada Mei 2019 di Jakarta.

"KPR Syariah ini hadir untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi orang-orang yang butuh syariah. Setelah ini produk KPR Syariah akan dipromosikan di Surabaya," jelasnya.

Menurut Andri, potensi pasar syariah di Jatim sangat terbuka luas apalagi Jatim sebagai basisnya pesantren, juga masyarakat muslim yang tersebar luas terutama di daerah Tapal Kuda.

"Di Jatim itu ada yang namanya Tapal Kuda yang benar-benar Islam bisa menjadi bidikan produk syariah, tapi di luar itu produk syariah boleh buat siapa saja walaupun non muslim karena menguntungkan bagi nasabah maupun bank itu sendiri," imbuhnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank danamon

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup