Pelaku Mutilasi Guru Asal Kediri Ditangkap, Begini Kesaksian Tetangga

Pelaku mutilasi terhadap seorang guru honorer bernama Budi Hartanto asal Kota Kediri diduga merupakan penjual nasi goreng.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 April 2019  |  13:07 WIB
Pelaku Mutilasi Guru Asal Kediri Ditangkap, Begini Kesaksian Tetangga
Tersangka kejahatan. - Ilustrasi

Bisnis.com, KEDIRI — Pelaku mutilasi terhadap seorang guru honorer bernama Budi Hartanto asal Kota Kediri diduga merupakan penjual nasi goreng, warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sujilah, salah seorang warga Desa/Kecamatan Sambi, Kabupaten Kediri mengatakan di rumahnya banyak anggota polisi. Mereka ke sebuah rumah yang dijadikan tempat berjualan nasi goreng, yang lokasinya tepat di samping rumahnya.

"Kemarin sekitar jam 16.00 WIB banyak polisi, terus malamnya juga ramai-ramai ke tempat itu lagi. Bahkan ada yang di teras saya," katanya ditemui di rumahnya, Jumat (12/4/2019).

Ia mengaku tidak tahu persis mengapa polisi banyak datang ke tempat itu. Ia bahkan tidak berani ke luar rumah dan hanya memantau dari dalam.

Namun, saat disinggung siapa yang tinggal di warung tersebut, Sujilah mengatakan adalah seorang laki-laki masih remaja. Ia berjualan nasi goreng, mi goreng ala Malaysia. Pemuda itu indekos di rumah tersebut, sekitar 10 hari, dan hanya berjualan sekitar tiga hari.

"Dia baru berjualan tiga hari, ada nasi goreng, mi goreng, warga Mangunan, (Desa Mangunan, Kecamatan Blitar). Dia juga masih remaja dan baru-baru ini saja tidak berjualan," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pernah suatu malam ia mendengar pemuda itu keluar rumah dengan ketakutan, teriak-teriak sendiri. Saat ditanya, ia merasa bahwa di pundaknya terasa berat, namun pastinya ada masalah apa tidak diketahui.

Ia juga mendengar dari para tetangganya, polisi datang terkait dengan penemuan kepala manusia pada sebuah dam di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Namun, terkait hubungan dengan pemuda itu, ia tidak tahu.

Sementara itu, saat disinggung terkait dengan keberadaan salon di dekat rumahnya, Sujilah mengatakan dulu memang ada salon yang dikelola oleh seseorang bernama Diana. Ia mirip dengan waria, namun saat ini salon itu sudah tutup.

"Yang Diana itu berteman dengan si pemuda tersebut," ungkap dia.

Dua Orang Tersangka

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya mengungkapkan polisi telah menangkap dua orang yang diduga terlibat. Satu pelaku ditangkap di Jakarta, sedangkan pelaku lainnya ditangkap di Kediri.

"Pelaku yang ditangkap AJ dan AP. AP ditangkap di Jakarta, Kamis (11/4) sore dan sekarang masih di Polda Metro Jaya. Sedangkan AJ di tangkap di Kediri malam," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat.

Selain itu, polisi juga menemukan kepala korban.

"Kepala ditemukan di Kediri dalam posisi terkubur dan dalam keadaan hancur," ujarnya.

Barung mengatakan, dari awal Kediri adalah tempat eksekusi dan pembunuhan. Sementara Blitar hanya tempat pembuangan untuk menghilangkan jejak awal yaitu kepalanya.

Saat ini penyidik masih mencari senjata yang dipakai kedua pelaku untuk mengeksekusi.

"Oleh sebab itu, kami belum menyampaikan kepala ditemukan di Kediri mana, yang jelas kepala identik dengan badan almarhum dari struktur darah," ucapnya.

Pasalnya, lanjut Barung, darah tidak akan hilang meski sudah lima hari. Yang hilang adalah potongan yang sudah berubah karena dimakan semut.

Mengenai hubungan pelaku dan korban, polisi saat ini tengah mendalaminya. Namun dia menduga hubungan pelaku dan korban terkait dengan asmara.

"Nanti kami bongkar setelah periksa AP dan AJ. AP masih di Jakarta belum berangkat," katanya.

Sebelumnya, penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Kabupaten Blitar. Koper berwarna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu.

Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala. Korban pembunuhan ini merupakan guru honorer, Budi Hartanto (28).

Polisi berupaya terus mengusut kasus tersebut. Hingga kini sudah memeriksa 18 saksi dan olah TKP ulang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mutilasi, pembunuhan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup