Pasar Mobil LCGC Jatim Diyakini Lebih Stabil

Pasar kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan hemat energi tahun ini diyakni masih lebih stabil meski sektor otomotif diprediksi stagnan dengan pertumbuhan sekitar 6%.
Peni Widarti | 09 April 2019 19:55 WIB
/Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pasar kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan hemat energi tahun ini diyakni masih lebih stabil meski sektor otomotif diprediksi stagnan dengan pertumbuhan sekitar 6%.

Koordinator Auto2000, diler mobil Toyota wilayah Jawa Timur, Iksir mengatakan pasar mobil LCGC yang merupakan kendaraan murah ini tidak terlalu terdampak oleh faktor kondisi perekonomian bahkan faktor pemilu.

"Apalagi, pemerintah dalam 4,5 tahun terakhir getol membangun infrastruktur sehingga turut mendorong sektor otomotif terutama LCGC, dan masyarakat bisa menjangkau daerah-daerah pedesaan dengan adanya jalan tol baru," katanya, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, kemudahan akses jalan tersebut membuat masyarakat berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri, termasuk mendorong perekonomian daerah sekitar infrastruktur.

"Dampak infrastruktur tersebut bisa dilihat dari penjualan LCGC kita di luar Surabaya yang cukup baik misalnya seperti di Kediri, Jombang, Madiun, Jember, Probolinggo l, dan Banyuwangi yang total kontribusinya sekitar 40%, dan 60% dikontribusi Surabaya," jelasnya.

Adapun Auto200 Jatim pada tahun lalu mencatatkan penjualan LCGC Toyota seperti Calya telah berkontribusi sebanyak 25% dari total penjualan.

Senada dengan Marketing and After Sales Service Director Honda Surabaya Center (HSC), Wendy Miharja. Menurut Wendy, pasar LCGC merupakan pasar yang paling tahan terhadap goncangan ekonomi.

"Potensi LCGC untuk berkembang masih cukup besar karena mobil kategori ini kan membidik orang-orang yang baru pertama kali membeli mobil dan harganya juga lebih terjangkau sehingga peminatnya banyak," jelasnya.

HSC mencatatkan sepanjang Januari – Februari 2019, angka penjualan LCGC Honda Brio Satya berhasil mencapai 971 unit.

Permintaan LCGC yang dianggap masih tinggi tersebut membuat Honda terus meningkatkan model dan varian baru Honda Brio Satya setiap tahunnya.

Sementara itu, Director Sales and Marketing PT UMC, selaku diler mobil Suzuki di Jatim, Fredy Teguh mengatakan pasar LCGC ke depan akan lebih menyukai model mobil dengan 7 seater lantaran mampu menampung banyak penumpang.

"Seperti budaya orang Indonesia yang suka bepergian beramai-ramai, maka mobil murah yang bisa menampung banyak orang lah yang akan diminati konsumen," imbuhnya.

Data Gaikindo menyebutkan, pada 2018 pasar LCGC secara nasional mencapai 232.565 unit.

Dari jumlah tersebut, penjualan terbanyak adalah Toyota Calya yakni sebanyak 63.970 unit, disusul Daihatsu Sigra 50.907 unit, Honda Brio Satya 46.900 unit, Toyota Agya 29.106 unit, Daihatsu Ayla 26.952 unit, dan Datsun Go+ dan Go 8.045 unit.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LCGC, jatim

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup