Kopi Cobra Tulungagung Laku Rp800.000 per kg di Lelang Senggani

Kopi Cobra Sendang Tulungagung, Jatim, laku Rp800.000/kg pada lelang terbatas di event Coffee Camps Jurang Senggani Wilis.
Choirul Anam | 26 Februari 2019 19:26 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto (dua dari kiri) menjadi juru lelang pada Lelang Kopi Sendang di Coffee Camps Tulungagung, Senin (25/2/2019). Bisnis - Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Kopi Cobra Sendang Tulungagung, Jatim, laku Rp800.000/kg pada lelang terbatas di event Coffee Camps Jurang Senggani Wilis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto mengatakan lelang kopi itu sebagai apreasiasi dan mengenalkan pada kopi Sendang, yakni Kopi Arabica Komasti dan Kopi Arabica Columbia-Brazil (Cobra).

“Kopi Arabica inilah yang istimewa karena dikenal sebagai Java Arabica Coffee,” katanya dihubungi dari Malang, Selasa (26/2/2019).

Di Sendang, tanaman kopi tersebut hampir punah, hanya tinggal 10 pohon, namun berhasil direvitalisasi petani lewat pendampingan BI Kediri. Sedangkan tanaman Kopi Arabica Komasti dibantu BI sebanyak 24.000 pohon, namun berhasil dikembangkan petani menjadi 44.000 pohon.

Dalam lelang kopi di Jurang Senggani Wilis, Senin (25/2/2019), diikuti kalangan pengusaha, perbankan, dan birokrat seperti Plt Bupati Madiun M. Birowo dan Wali Kota Kediri Abu Bakar, serta Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A. Johansyah serta komunitas pecinta kopi dengan juru lelang Djoko Raharto.

Kopi Arabica Cobra green bean atau biji kering laku Rp800.000/kg dibeli oleh Difi A. Johansyah. Alasan dia berani membeli kopi seharga itu karena ingin menghargai kekhasan masing-masing daerah dengan citra yang khas pula.

“Mengecap kopi dengan aneka rasa suatu kenikmatan tersendiri,” ujarnya.

Bendahara KUB Omah Kopi Mandiri Kurnia Ika Kusuma mengatakan tanaman kopi yang sudah dipanen di Sendang sebanyak 2.000 pohon dengan produksi 1 ton/hektare.

Lelang kopi dengan berhasil menjual kopi Arabica Cobra green bean  Rp800.000/kg, merupakan pencapaian tertinggi, suatu apreasiasi dari pecinta kopi yang bagus.

Di pasar, harga green bean untuk kopi Arabica setingkat komasti berkisar Rp40.000/kg, sedangkan untuk roasting Rp300.000/kg. Untuk harga setingkat kopi Arabica Cobra berkisar Rp60.000/kg (green bean), dan Rp400.000/kg untuk roasting.

Plt. Bupati Tulungagung M. Birowo mengatakan akan mendukung pengembangan pertanian kopi di Sendang. Di sana, sebenarnya dulu dikenal dengan kebun teh, namun sudah punah dan kini berganti dengan kopi.

Pemkab Tulungagung akan mendampingi petani untuk intensifikasi tanaman kopi. “Namun syaratnya petani harus benar-benar bersungguh-bersungguh sehingga usaha pertanian kopi dapat mensejahterahkan masyarakat banyak,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari mengatakan apa yang dilakukan BI Kediri sangat positif karena berhasil mengembalikan kejayaan daerah tersebut yang dulu dikenal juga produsen Kopi Kobra.

BI berhasil mengembalikan warisan tanaman dari leluhur masyarakat di Sendang Tulungagung, yakni tanaman kopi.

Djoko menambahkan, pengembangan kopi idealnya diintegrasikan dengan pengembangan potensi ekonomi di desa tersebut seperti usaha penanaman durian dan usaha ternak sapi perah. Limbah dari sapi perah bisa digunakan untuk pupuk organic setelah diolah dengan menggunakan teknologi MA 11.

Yang tidak kalah pentingnya, potensi desa tersebut dikemas menjadi usaha wisata sehingga antarsektor usaha bisa saling memperkuat.

Tag : kopi, tulungagung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top