MPM Akan Bangun 7 Gerai Spare Part di Jatim

Mitra Pinasthika Mulia akan memperkuat pasar suku cadang di Jawa Timur dengan menambah gerai di ERRO di provinsi itu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  19:30 WIB
MPM Akan Bangun 7 Gerai Spare Part di Jatim
Presiden Direktur Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Suwito (kiri) dan Part Division Head MPM Hari Subagiyo (kanan) saat membuka gerai spare part ERRO di Sedati Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (22/2/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SIDOARJO -- PT Mitra Pinasthika Mulia akan memperkuat pasar spare part dengan menambah tujuh gerai spare part ERRO di beberapa kota di Jawa Timur pada tahun ini, sejalan dengan target pertumbuhan penjualan 12%.

Part Division Head Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Hari Subagiyo mengatakan penambahan tujuh gerai tersebut, yang diberi nama baru ERRO, di antaranya akan dilakukan di Malang,  Jember, Madiun, Bojonegoro, Tulungagung, dan Kupang.

"Kami akan percepat pengembangan toko agar bisa memenuhi kebutuhan pasar. Bukan hanya end user langsung tapi juga bengkel-bengkel AHASS dan bengkel mitra kami," paparnya saat peresmian gerai ERRO di Sedati, Sidoarjo, Jumat (22/2/2019).

Hari mengungkapkan saat ini, gerai ERRO sudah ada di Sidoarjo, Malang, dan Kediri. ERRO sebelumnya sempat diberi nama MEPS, singkatan dari MPM Exclusive Part Shop. 

Dia berharap gerai ritel ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna motor Honda dan menjamin keaslian dan ketersediaan di jaringan resmi.

Hingga saat ini, MPM telah melayani 1.550 jaringan penjualan spare part yang terdiri atas 705 jaringan AHASS dan 845 toko spare part umum.

Presiden Direktur MPM Suwito menambahkan penjualan spare part Honda berkontribusi 8% terhadap total penjualan MPM. Namun, penjualan spare part MPM terhadap total penjualan spare part secara nasional mencapai 15%.

"Tahun lalu, pertumbuhan penjualan melampaui target yang awalnya 13% tapi bisa mencapai 15%. Ini karena kondisi ekonomi cukup baik dan didukung oleh cuaca yang mendukung sehingga sektor pertanian berkembang dan bisa membeli kendaraan," jelasnya.

Suwito menambahkan tahun ini, penjualan spare part MPM ditargetkan lebih rendah dari capaian tahun lalu mengingat ada momen politik yang cukup membuat masyarakat wait and see. Selain itu, pada semester pertama tiap tahun, umumnya kondisi cuaca kurang baik sehingga bisa berdampak pada sektor pertanian.

"Meski ada tahun politik, tapi kami yakin di semester kedua ini akan ada peningkatan pasar karena setelah ada Pemilu, lalu ada Lebaran," imbuhnya.

Selain melakukan penjualan spare part melalui gerai ritel dan jaringan AHASS, MPM juga sudah mulai masuk ke marketplace online seperti Tokopedia dan Bukalapak guna memudahkan konsumen mendapatkan komponen motor.

"Namun, untuk marketplace ini kami masih konsentrasi di produk aksesoris, dan kontribusi penjualan online masih kecil sekali belum ada 1%," tambah Suwito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suku cadang

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup