Koperasi Didorong Dapat Salurkan KUR dan UMi

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi agar dapat ikut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sesuai dengan pangsa pasar badan usaha.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  19:30 WIB
Koperasi Didorong Dapat Salurkan KUR dan UMi
Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati (kiri) bersama Ketua Umum Koperasi Wanita Setia Budi Wanita Malang, Sri Untari Bisowarno (kanan) di sela-sela Rapat Anggota Tahunan Koperasi Wanita Setia Budi Wanita Malang Jatim di Malang, Kamis (21/2/2019). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi agar dapat ikut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sesuai dengan pangsa pasar badan usaha.

Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan koperasi yang sudah menjadi penyalur KUR sudah ada, yakni Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas di Maumere, NTT, dan Guna Prima Dana, Bali.

“KUR ini jelas sangat menguntungkan UMKM karena bunganya yang rendah, hanya 7%, sedangkan sisanya disubsidi pemerintah,” katanya di sela-sela Rapat Anggota Tahunan Koperasi Wanita Setia Budi Wanita Malang Jatim di Malang, Kamis (21/2/2019).

Catatan Bisnis, untuk menjadi penyalur KUR, koperasi wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan OJK dan Bank Indonesi a.l kredit bermasalah (NPL) di bawah 5% persen, portofolio kredit di atas 5%, dan memiliki sistem online yang terhubung dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Koperasi juga harus melakukan kerjasama pembiayaan dengan Kementrian Koperasi dan UKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Syarat-syarat ini juga berlaku untuk perbankan dan lembaga keuangan non perbankan.

“Kredit yang disalurkan lewat KUR besar, yakni Rp140 triliun,” katanya.

Jika koperasi masih belum memenuhi syarat untuk dapat menyalurkan KUR, kata dia, setidaknya dapat menyalurkan dapat menyalurkan UMi. Plafon kredit yang dapat disalurkan koperasi bisa mencapai Rp50 miliar, sedangkan yang disalurkan ke pengusaha mikro Rp1 juta-Rp10 juta.

Bunga yang ditetapkan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke Lembaga Keuangan Bukan Bank (LPBB) sebesar 4%, sedangkan LPBB bisa menjual pinjaman lebih tinggi ke nasabah UMKM lebih tinggi sehingga menguntungkan koperasi, namun diharapkan tidak memberatkan nasabahnya.

“Di Jatim, sudah ada 27 koperasi yang mengajukan diri agar ditunjuk pemerintah menjadi penyalur UMi oleh pemerintah,” ujarnya.

Ketua Umum Koperasi Wanita Setia Budi Wanita Malang, Sri Untari Bisowarno mengatakan sangat berminat untuk dapat ditunjuk sebagai penyalur UMi. Penyaluran dana tersebut lebih mudah karena anggotanya banyak yang mempunyai kegiatan UMKM.

“Tentu kami sambut baik jika mempercayakan Koperasi Setia Budi Wanita sebagai penyalur UMi. Ini yang kami tunggu,” ucapnya.

Terkait kinerja dari koperasi tersebut sepanjang 2018, dia menegaskan, mengalami pertumbuhan di atas 7% di berbagai sektor. Omzet usaha mencapai Rp135 miliar, anggota mencapai 9.645 orang, dan SHU mencapai Rp1 miliar.

Koperasi mengembangkan unit usaha dengan bergerak di bidang kuliner bekerja sama dengan pihak ke tiga, properti dengan membeli 1 unit apartemen untuk disewakan.

“Kami juga akan membangun kompleks perumahan untuk anggota. Ini sedang direncanakan,” ujarnya.

Ke depan, Koperasi Setia Budi Wanita juga akan mengembangkan fintech untuk pelayanan kredit super mikro. Teknologinya sudah siap, tinggal mensinkronkan dengan teknologi informasi yang sudah ada di koperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
koperasi

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup