Trans Jawa Bisa Dongkrak Pertumbuhan Kendaraan Niaga

Kehadiran jalan tol Trans Jawa yang mengubungkan Jakarta – Surabaya dinilai akan mendongkrak pertumbuhan penjualan kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  14:51 WIB
Trans Jawa Bisa Dongkrak Pertumbuhan Kendaraan Niaga
Kendaraan melintasi ruas jalan tol, usai peresmian pengoperasian tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA – Kehadiran jalan tol Trans Jawa yang mengubungkan Jakarta – Surabaya dinilai akan mendongkrak pertumbuhan penjualan kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga.

Titut Hari Pramudi, Marketing Support Manager Jatim & Bali PT Sun Star Motor, selaku diler Mitshubishi Fuso Truck dan Bus di Jatim dan Bali mengatakan terselesaikannya jalur Trans Jawa ini ke depan akan membuka peluang berbagai sektor usaha, tak terkecuali kendaraan niaga.

“Adanya Trans Jawa ini pasti akan banyak kebutuhan truk untuk mendukung pembangunan infrastruktur, di samping itu sektor logistik juga akan terdorong karena arus pengiriman barang jadi lebih mudah, lebih cepat, dan murah,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019)

Titut mengungkapkan, besarnya daya tarik infrastruktur tersebut dapat terlihat dari penjualan Mitsubishi Fuso di Jatim, yakni pada tahun lalu tercatat penjualan truk dengan rear body cargo sekitar 41%, truk dengan rear body box 18%, dump truck 33% dan sisanya truk tanki dan bus.

“Penjualan kami tahun lalu untuk truk Fuso itu mencapai 4.300 unit, sebanyak 3.900 unit merupakan truk kelas Light Truck Dump (LTD) dan 400 an unit lainnya merupakan kelas Medium Duty Truck (MTD), dan sektor yang paling menyerap penjualan dalah sektor logistik dan infrastruktur,” jelasnya.

Titut menambahkan, Mitsubishi tahun ini juga telah mengeluakan sejumlah varian baru, seperti Mitsubishi Fighter akan ada 7 varian baru yang akan melengkapi varian Fuso yang selama ini sudah ada 9 varian.

“Jadi totalnya nanti ada 16 varian untuk truk Fuso di Indonesia. Diharapakan, dengan adanya varian baru, kami bisa mencapai target penjualan 2.394 unit atau naik 11% dibandingkan capaian 2018,” ujarnya.

Usaha Tambang

Sebelumnya diberitakan, diler-diler kendaraan truk di Jawa Timur tahun ini akan lebih banyak menggali peluang penjualan dari sektor usaha tambang dan infrastruktur yang masih akan terus digarap oleh pemerintah.

Rudyanto Surjakusuma, Area Manager PT Indomobil Prima Niaga (IPN), selaku diler Hino di Jawa Timur mengungkapkan bahwa tahun ini pasar yang masih sangat potensial untuk dikejar adalah sektor infrastruktur karena pemerintah masih giat membangun jalan tol, termasuk sektor tambang yang cukup ramai.

“Meskipun ada tahun politik, kalaupun berganti pemerintahan, tapi proyek infrastruktur harus terus jalan, apa yang sudah dimulai harus dilanjutkan. Jadi penjualan truk ke sektor infrastruktur dan konstruksi ini masih bisa dikejar,” katanya kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).

Selain itu, lanjutnya, untuk model dump truck juga masih sangat potensial menyasar sektor usaha pertambangan maupun untuk logistik barang-barang konstruksi seperti semen dan pasir.

“Angkutan pasir, batu ini termasuk sektor tambang juga, dan yang sekarang lagi ramai itu tambang nikel,” imbuhnya.

Rudyanto menambahkan, penjualan Hino di Jatim di awal tahun pun sudah menunjukan tren positif. IPN sendiri selama Januari 2019 mampu menjual 300 unit truk yang sebanyak 40% merupakan jenis dump truck.

“Tahun ini kami akan lebih banyak mengadakan promosi, gathering customer dan pameran-pameran agar target penjualan 3.300 unit di Jatim bisa tercapai, tapi tahun ini masih belum ada produk baru, kemungkinan 2021,” imbuhnya.

Senada dengan PT Astra International – UD Trucks Sales Operation area Jawa Timur, menurut UD Trucks sektor infrastruktur dan tambang masih akan dibidik oleh Astra. Namun, ada tren yang cukup berbeda yakni pengusaha sektor tertentu tidak langsung membeli truk baru dan lebih cenderung untuk menyewa.

“Sehingga momen tren menyewa truk ini dimanfaatkan oleh pengusaha lain untuk membeli truk dalam jumlah banyak, lalu disewakan ke pengusaha tambang, ataupun konstruksi,” kata Kordinator Regional Indonesia Timur UD Trucks, Raindy Octaliandi akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, di awal tahun UD Trucks area Jatim sudah menjua sekitar 74 unit truk, yang sebagian besar digunakan untuk bisnis persewaan truk.

"Jadi peluang ini dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha untuk membuat bisnis dengan membeli banyak truk lalu disewakan," katanya.

Raindy menambahkan, sejalan dengan tren potensi pasar trukdi sektor tambang dan infrastruktur, tahun ini UD Trucks juga telah menyiapkan varian baru truk Kuzer jenis dump truck yang ditargetkan bisa menjual 350 unit truk sampai akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
truk, tol trans jawa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top