Surabaya Kini Punya Perpustakaan Online

Pemerintah Kota Surabaya akhirnya meluncurkan Digital Integrated Library System (DILS) yang merupakan sistem layanan perpustakaan online terintegrasi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  00:34 WIB
Surabaya Kini Punya Perpustakaan Online
Foto : dokumentasi Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya akhirnya meluncurkan Digital Integrated Library System (DILS) yang merupakan sistem layanan perpustakaan online terintegrasi.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Surabaya, Musdiq Ali Suhudi menjelaskan sebagai bentuk upaya menuju Kota Literasi, Surabaya hingga kini sudah mengelola 461 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya dan 2 perpustakaan daerah yang ada di Balai Pemuda dan Rungkut.

"Kami juga melakukan pendampingan 811 perpustakaan sekolah di SD, SMP, dan madrasah. Namun untuk mengelola banyaknya perpustakaan ini dibutuhkan sistem yang bisa memonitor dan mengawasi petugas dan kegiatannya agar efisien," jelasnya dalam rilis, Selasa (19/2/2019).

Adapun DILS ini merupakan sistem perpustakaan terintegrasi digital yang digunakan untuk mengelola data, terutama koleksi buku, e-book, dan sumber referensi lain agar dapat diakses secara terbuka dan gratis oleh masyarakat.

DILS yang dapat diakses melalui: http://dispusip.surabaya.go.id/dils ini memiliki 2 konten yakni internal melalui e-TBM yang hanya bisa diakses Dinas Arsip dan Perpustakaan sebagai media monitoring internal organisasi secara online.

E-TBM ini sebagai pengawasan kinerja petugas di lapangan, pendataan aktifitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan perpustakaan, pendataan pengunjung perpustakaan, pendataan buku termanfaatkan yang meliputi buku dibaca dan buku dipinjam,

Sementara itu konten eksternal melalui library one search (LOS) yakni sistem portal pencarian online satu pintu terkait dengan judul, tema, topik dan lain-lain sesuai kata kunci pencarian yang berasal dari 4 akses utama, yaitu buku koleksi perpustakaan/katalog, e-book, video referensi dan referensi ilmiah yang ada di perguruan tinggi.

"Jadi dengan sistem terbuka untuk umum ini kita bisa mencari katalog atau koleksi buku yang ada di perpustakaan umum, sekolah, dan TBM, termasuk e-book bisa dibaca langsung lewat gadget," imbuhnya.

Musdiq menambahkan pemkot juga bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti ITS, Petra, Unair dan Unesa untuk mengembangkan referensi buku yang dibutuhkan masyarakat.

"Sistem ini juga sudah terhubung dengan perpustakaan di empat kampus tersebut karena selama ini kita kesulitan mengetahui buku referensi mereka dan biasanya hanya dikhususkan untuk mahasiswanya masing-masing,” imbuhnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, perpustakaan, buku digital

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup