Pasar Truk Jawa Timur Masih Andalkan Dampak Akselerasi Proyek Infrastruktur

Diler-diler kendaraan truk di Jawa Timur tahun ini akan lebih banyak menggali peluang penjualan dari sektor usaha tambang dan infrastruktur yang masih akan terus digarap oleh pemerintah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:34 WIB
Pasar Truk Jawa Timur Masih Andalkan Dampak Akselerasi Proyek Infrastruktur
Sejumlah truk antre menunggu jadwal keberangkatan. - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, SURABAYA – Diler-diler kendaraan truk di Jawa Timur tahun ini akan lebih banyak menggali peluang penjualan dari sektor usaha tambang dan infrastruktur yang masih akan terus digarap oleh pemerintah.

Rudyanto Surjakusuma, Area Manager PT Indomobil Prima Niaga (IPN), selaku diler Hino di Jawa Timur mengungkapkan bahwa tahun ini pasar yang masih sangat potensial untuk dikejar adalah sektor infrastruktur karena pemerintah masih giat membangun jalan tol, termasuk sektor tambang yang cukup ramai.

“Meskipun ada tahun politik, kalaupun berganti pemerintahan, tapi proyek infrastruktur harus terus jalan, apa yang sudah dimulai harus dilanjutkan. Jadi penjualan truk ke sektor infrastruktur dan konstruksi ini masih bisa dikejar,” katanya kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).

Selain itu, lanjutnya, untuk model dump truck juga masih sangat potensial menyasar sektor usaha pertambangan maupun untuk logistik barang-barang konstruksi seperti semen dan pasir.

“Angkutan pasir, batu ini termasuk sektor tambang juga, dan yang sekarang lagi ramai itu tambang nikel,” imbuhnya.

Rudyanto menambahkan, penjualan Hino di Jatim di awal tahun pun sudah menunjukan tren positif. IPN sendiri selama Januari 2019 mampu menjual 300 unit truk yang sebanyak 40% merupakan jenis dump truck.

“Tahun ini kami akan lebih banyak mengadakan promosi, gathering customer dan pameran-pameran agar target penjualan 3.300 unit di Jatim bisa tercapai, tapi tahun ini masih belum ada produk baru, kemungkinan 2021,” imbuhnya.

Senada dengan PT Astra International – UD Trucks Sales Operation area Jawa Timur, menurut UD Trucks sektor infrastruktur dan tambang masih akan dibidik oleh Astra. Namun, ada tren yang cukup berbeda yakni pengusaha sektor tertentu tidak langsung membeli truk baru dan lebih cenderung untuk menyewa.

“Sehingga momen tren menyewa truk ini dimanfaatkan oleh pengusaha lain untuk membeli truk dalam jumlah banyak, lalu disewakan ke pengusaha tambang, ataupun konstruksi,” kata Kordinator Regional Indonesia Timur UD Trucks, Raindy Octaliandi akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, di awal tahun UD Trucks area Jatim sudah menjua sekitar 74 unit truk, yang sebagian besar digunakan untuk bisnis persewaan truk.

"Jadi peluang ini dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha untuk membuat bisnis dengan membeli banyak truk lalu disewakan," katanya.

Raindy menambahkan, sejalan dengan tren potensi pasar trukdi sektor tambang dan infrastruktur, tahun ini UD Trucks juga telah menyiapkan varian baru truk Kuzer jenis dump truck yang ditargetkan bisa menjual 350 unit truk sampai akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, truk

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top