SKK Migas: 13 Proyek Bakal Beroperasi

SKK Migas menyebutkan bakal ada 13 proyek eksploitasi minyak dan gas tahun ini agar target penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas (migas) sebesar US$17,5 miliar bisa tercapai.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  17:40 WIB
SKK Migas: 13 Proyek Bakal Beroperasi
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, SURABAYA – SKK Migas menyebutkan bakal ada 13 proyek eksploitasi minyak dan gas tahun ini agar target penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas (migas) sebesar US$17,5 miliar bisa tercapai.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher mengatakan target penerimaan negara tahun ini masih sama seperti tahun lalu yakni mencapai US$17,5 miliar lebih tinggi dari target semula yang hanya US$11,6 miliar.

“Tahun ini setidaknya ada 13 proyek nasional yang sudah siap untuk beroperasi baik untuk produksi minyak dan gas agar target penerimaan negara bisa tercapai,” katanya saat Media Gathering di Surabaya, Rabu (30/1/2019).

Adapun 13 proyek tersebut akan digarap per kuartal. Pada kuartal I, ada 2 proyek yakni produksi gas di Betara Complex oleh Petrochina International Jabung Ltd sebanyak rerata 12 mmscfd dan Terang Sirasun Batur Tahap 2 oleh Kangean Energy Indonesia Ltd yakni gas sebanyak 200 mmscfd.

Sementara pada kuartal II ada produksi gas, oleh PT Tropik Energi Pandan di Ario Damar-Sriwijaya Tahap 2 sebanyak 20 mmscfd, PT Medco E&P Indonesia di Temelat Gas Jetting to Gunung South Kembang sebanyak 10 mmscfd, dan Petronas Carigali Ketapang II Ltd di Bukit Tua Tahap 3 sebanyak 31,5 mmscfd.

Pada kuartal III, ada 3 proyek gas yakni Medco EP dan Natuna Ltd di Buntal 5 sebanyak 45 mmscfd, Premier Oil Natuna Sea BV di Bison-Iguana-Gajah Putri sebanyak 163 mmscfd dan Conochophilips (Grissik) Ltd di Suban Compression sebanyak 780 mmscfd. Sedangkan pengeboran minyak oleh Exxon Mobile Cepu di Full Well Steam Kedung Keris sebanyak 3.800 BOPD.

Sedangkan kuartal IV ada 2 proyek gas yakni PT Pertamina EP di Betung Compressor sebanyak 15 mmscfd dan Santos (Madura Offsore) Pty.Ltd di Meliwis sebanyak 20 mmscfd. Serta 2 proyek minyak oleh Manhattan Kalimantan Investments Pte.Ltd di Bayan Gas Production Facilities sebanyak 15 mmscfd dan 250 BOPD, dan PHE ONWJ di Blok YY sebanyak 25,5 mmscfd dan 4.605 BOPD.

Wisnu menambahkan dari 13 proyek tersebut secara total akan memproduksi sebanyak 1.300 mmscfd gas dan 8.600 BOPD minyak. "Untuk 13 proyek itu, dibutuhkan investasi sekitar US$702 juta."

Selain itu, lanjut Wisnu, SKK Migas akan mengoptimalkan eksplorasi untuk bisa menemukan cadangan-cadangan minyak baru dan menggantikan lapangan yang sudah tua.

“Bicara eksplorasi ini, dibutuhkan investasi yang cukup besar sekitar US$1,13 juta dalam periode 2018 – 2026," katanya.

Dia menambahkan, eksplorasi ini menjadi kebutuhan sehingga butuh dukungan stakeholder agar berjalan dengan baik. SKK Migas juga berupaya menarik lebih banyak investor.

"Untuk eksplorasi ke depan, target kita masih di wilayah timur dan laut dalam," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup