Hi-Tech Mall Ditutup, Aptiknas Minta Mediasi Pemkot Surabaya

Ketua Umum Aptiknas, Soegiharto mengatakan isu polemik Hi-Tech Mall tersebut telah menjadi isu nasional dan dinilai sangat memprihatinkan, sebab itu upaya mediasi diyakini menjadi solusi terbaik.
Peni Widarti | 12 Januari 2019 08:29 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) mengajak Pemkot Surabaya dan DPRD untuk melakukan mediasi dalam menyikapi polemik pedagang Hi-Tech Mall yang rencananya akan dipindah pada Maret 2019.

Ketua Umum Aptiknas, Soegiharto mengatakan isu polemik Hi-Tech Mall tersebut telah menjadi isu nasional dan dinilai sangat memprihatinkan, sebab itu upaya mediasi diyakini menjadi solusi terbaik.

"Banyak anggota Aptiknas yang punya bisnis di sana. Untuk itu kami siap membantu agar iklim bisnis IT di Hi-Tech Mall kembali kondusif," katanya dalam rilis, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, Hi-Tech Mall masih bisa bertumbuh dan dikelola dengan baik, misalnya dengan melibatkan PD Pasar Surabaya sehingga pemerintah kota pun tetap bisa mendapatkan pemasukan dari para pelaku bisnis IT di Hi-Tech Mall tanpa perlu berpindah ke lokasi yang lain.

Diketahui, Pemkot Surabaya berencana memindahkan para pedagang di Hi-Tech Mall ke Kaza City dan ITC Mega Grosir Surabaya. Pada Maret 2019, para pedagang barang-barang teknologi itu harus mengosongkan toko-tokonya karena kontrak pengelolaan gedung oleh PT Sasana Boga tidak diperpanjang.

Ketua Aptiknas Jatim, Okky Tri Hutomo menambahkan para pedagang di Hi-Tech Mall ini bukan hanya pedagang kecil dan reseller, tetapi juga para pedagang pedagang besar, dealer, service center hingga distributor.

"Ini mungkin yang sepertinya tidak atau belum dipertimbangkan oleh pemkot, jika mereka harus pindah dari Hi-Tech Mall, maka imbasnya sangat besar dalam perjalanan bisnis IT di Kota Surabaya," katanya.

Menurut Okky, pemberitaan tentang pengosongan lokasi Hi-Tech Mall juga akan merugikan pedagang secara siginifikan yakni bakal terjadi penurunan pengunjung, padahal para pedagang ingin tetap bertahan.

"Jika mereka keluar dari Hi-Tech Mall, ekosistem bisnis IT yang sudah terbentuk akan terganggu, belum lagi trafik pengunjung atau konsumen, kemudian konsumen atau penikmat produk IT/komputer dari luar kota Surabaya sudah sangat mengenal Hi-Tech Mall," imbuhnya.

Bendahara Aptiknas, Supardjo menambahkan selama ini para pelanggan Hi-Tech Mall bukan hanya dari Surabaya tapi justru banyak dari daerah-daerah di Jatim dan Indonesia Timur.

"Kalau harus pindah, pedagang harus mulai dari nol lagi," imbuhnya.

Tag : surabaya
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top