3 Pasar Tradisional di Kota Malang Direvitalisasi Tahun Ini

Pemkot Malang merevitalisasi tiga pasar tradisional di 2019 yang merupakan bagian dari program menjadikan pasar tersebut bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Choirul Anam | 03 Januari 2019 17:32 WIB
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MALANG—Pemkot Malang merevitalisasi tiga pasar tradisional di 2019 yang merupakan bagian dari program menjadikan pasar tersebut bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan tiga pasar tradisional yang akan direvitalisasi pada tahun ini, yakni Pasar Sukun, Pasar Kasin, dan Pasar Mergan.

“Sumber pendanaannya ada yang bersumber dari DAK APBN, ada yang berasal dari APBD Kota Malang,” katanya di Malang, Kamis (3/1/2019).

Pasar Sukun yang mampu menampung 300 pedagang didanai dari APBD Kota Malang sebesar Rp7,15 miliar, sedangkan Pasar Mergan didanai DAK APBN sebesar Rp2,2 miliar.

Yang juga berasal dari DAK APBN, revitalisasi Pasar Kasin senilai Rp620 juta. Dana sebesar itu hanya diperuntukkan perbaikan atap yang bocor. Hal itu terjadi karena di sana tidak ada lahan untuk difungsikan sebagai pasar penampungan saat pasar direvitalisasi total.

Model revitalisasi pasar-pasar tradisional di Kota Malang, mengacu pada revitalisasi Pasar Oro-oro Dowo, yakni menggunakan atap baja ringan dengan pilar-pilar yang tinggi sehingga sirkulasi udara bisa lancar.

Penataan pasar tradisonal di Kota Malang, juga mengacu pasar tersebut, yakni dilengkapi dengan ruang laktasi, ruang kesehatan, toilet yang representatif, dan instalasi pengolahan limbah (IPAL).

Fasilitas IPAL, kata dia, sangat penting karena menjadi syarat untuk mendapatkan sertifikat SNI. Semua pasar tradisional di Kota Malang yang berjumlah 27 pasar akan diajukan sertifikat SNI sehingga layak dan sehat yang berdampak pengunjung senang berbelanja di sana.

Pengajuan sertifikat SNI untuk pasar tradisional di Kota Malang dilakukan secara bertahap, bersamaan dengan selesainya program revitalisasi.

“Jadi revitalisasi pasar juga membangun IPAL, toilet, ruang laktasi dan lainnya sehingga memenuhi syarat untuk memperoleh sertifikat SNI,” ujarnya.

Yang sudah memperoleh sertifikat SNI, Pasar Oro-oro Dowo pada 2017 lalu. Sedangkan pasar tradisional yang dalam proses pengajuan, Pasar Bareng.

Revitalisasi pasar tradisional, selain dimaksudkan agar dapat berkembang, juga mendukung pengembangan Kota Malang sebagai destinasi wisata. Dengan telah direvitalisasi, maka wisatawan yang mengunjungi untuk membeli oleh-oleh menjadi nyaman.

Pasar-pasar yang direvitalisasi terutama yang berada di jalan poros. Di samping itu, kondisi pasar juga memang sudah kumuh, sudah rusak.

Pasar tradisional yang sudah direvitalisasi a.l Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Bareng, Pasar Bunul, dan Pasar Klojen. Pasar Dinoyo direvitalisasi bekerja sama dengan swasta, yang memadukan mal dan pasar tradisional.

Dengan telah direvitalisasinya pasar tradisional, maka pengunjung menjadi nyaman belanja di sana. Hal itu terjadi karena pasar bersih, sirkulasi udara baik, serta sehat serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Hal itu perlu dilakukan agar keberadaan pasar tradisional tidak tersaingi toko modern yang di Kota Malang jumlahnya mencapai ratusan.

Dengan terevitalisasinya pasar-pasar tradisional, maka keberadaannya bisa bersaing dengan toko modern, setidaknya dapat saling melengkapi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota malang, Pasar Tradisional

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top