Dua Tim Jembatan UMM Sabet 4 Gelar Juara di KJI XIV Makassar

Tim Red Jaeger dan Tim Naraya Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut empat gelar pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV di Makassar.
Choirul Anam | 04 Desember 2018 15:15 WIB
Snma Mahrurin, Perwakilan Tim Red Jaeger (dua dari kanan) saat menerima piagam penghargaan pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV di Makassar, Minggu (2/12 - 2018). Istimewa

Bisnis.com, MALANG--Tim Red Jaeger dan Tim Naraya Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut empat gelar pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV di Makassar.

UMM berhasil menyabet Juara 1 kategori Jembatan Canai Dingin dan Juara 3 kategori Jembatan Busur yang diumumkan saat penutupan kegitaan tersebut di Makassar, Minggu (2/12/2018). 

Menurut Andre Oktavian Wijaya, salah satu anggota tim Red Jaeger, mengatakan rancangan Jembatan Canai Dingin yang diberi nama Tudang Sipulang ini memiliki keunikan berupa lendutan, atau perubahan rangka jembatan setelah diberikan beban, yang nilainya sangat kecil. 

Tudang Sipulang hanya menghasilkan lendutan sebesar 2.175 mm dari angka maksimal untuk lendutan 15 mm. Hasil itu sekaligus menjadikan Tudang Sipulang sebagai juara Jembatan Terkokoh.

“Pengujian beban hidup di tengah bentang jembatan sebesar 400 kg, lendutan yang dihasilkan Jembatan Tudang Sipulung sangat jauh dari angka maksimal ledutan,” papar Andre di Malang, Selasa (4/12/2018).

Tim Red Jaeger juga meraih juara pada kategori K3 terbaik karena  kelengkapan papan-papan peringatan konstruksi beserta pakaian keamanan yang dikenakan oleh seluruh anggota.

Rancangan jembatan kedua dari Tim Naraya memiliki keunggulan sebagai jembatan ramah lingkungan. Harrys Purnama, dari Tim Naraya, mengatakan jembatan yang dia rancang bersama dua anggota timnnya ini memasang panel surya pada ujung-ujung jembatan. 

Panel surya ini dapat menjadi energi listrik penerangan jalan pada jembatan saat malam hari. “Keunikan yang dimiliki oleh jembatan ini adanya panel surya yang digunakan untuk mengaliri listrik untuk penerangan jalan di jembatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Fakultas Teknik UMM memenangi Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 di Universitas Negeri Padang. Mekatronic Team UMM menyabet Juara 1 dalam Kategori Urban Listrik. Sementara tim puteri, Srikandi Team, memenangi gelar Juara pada kategori Desain Estetika Terbaik.

Rektor UMM Fauzan sangat mengapreasiasi capaian tersebut. "Saya sangat mengapreasiasi atas prestasi ini, semoga mereka semakin semangat untuk berkompetisi," terang Fauzan. 

Perolehan itu, dia nilai, membanggakan sehingga UMM akan mendukung dengan mempersiapkan mahasiwa untuk terus bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami tentu akan memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi,” ungkapnya.

Tag : pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top