Tarif Angkutan udara Pemicu utama inflasi Kota Malang

Tarif angkutan udara menjadi penyebab uama inflasi di Kota Malang pada November 2018 yang mencapai 0,37%.
Choirul Anam | 03 Desember 2018 19:01 WIB

Bisnis.com, MALANG—Tarif angkutan udara menjadi penyebab uama inflasi di Kota Malang pada November 2018 yang mencapai 0,37%.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang M. Sarjan mengatakan angkutan udara mengalami kenaikan 10,17% dengan andil sebesar 0,1946%. Selanjutnya bawang merah mengalami kenaikan 14,84% dengan andil 0,0406%.

“Daging ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 2,11% dengan andil sebesar 0,0283%,” katanya di Malang, Senin (3/12/2018).

Bensin naik  0,57% dengan andil 0,0272%, telur  ayam ras naik  3,08% dengan andil 0,0212%, udang basah naik sebesar 5,09% dengan andil 0,0184%, kusen naik  sebesar 3,47% dengan andil sebesar 0,0135%, rokok kretek filter mengalami kenaikan harga sebesar 0,61% dengan andil 0,0121%, mujair naik  4,13% dengan andil 0,0117%, nasi dengan lauk naik  0,71% dengan andil 0,0104%.

Sementara  10 komoditas yang menghambat Inflasi pada November 2018, yakni cabai merah turun 6.97% dengan andil -0.0220%, bawang putih turun 3,19% dengan andil -0.0116%, kopi bubuk turun 2.02% dengan andil -0,0097%, kentang turun 3.77% dengan andil -0.0084%, tomat sayur turun 5.24% dengan andil -0.0058%.

Sedangkan gula pasir turun 0,83% dengan andil -0.0055%, tomat buah 20,59% dengan andil -0,0054%, kelapa 2,16% dengan andil -0,0053%, sabun mandi 2,26% dengan andil -0,0042%, dan anggur 3,46% dengan andil -0,0040%.

Plt Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Jaka Setyawan mengatakan inflasi Malang pada November 2018 secara umum masih sesuai dengan historical inflasi bulan tersebut selama beberapa tahun.

Inflasi 0,37% tersebut justru lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi  November selama 5 tahun terakhir.

Pemicu utama inflasi lebih dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara seiring liburan panjang pada minggu ke tiga. Namun demikian secara tahunan masih terkendali, lebih rendah dari target yang ditetapkan serta tahun lalu.

Dia berharap,  inflasi Desember masih dapat terkendali. Hal itu perlu didukung kerjasama semua pihak terkait untuk selalu memantau kondisi lapangan khusuanya melalui forum TPID.

Terkait dengan kenaikan tarif angkutan udara yang diprediksi masih berlanjut pada Desember bersamaan dengan libur Natal dan akhir tahun, menurut dia, peluang kenaikan tergantung kondisi permintaan masyarakat  “Kami berharap,  kalau ada kenaikan harga relatif terbatas karena bulan ini sudah mengalami kenaikan,” ujarnya.

Khusus untuk  bawang merah, ayam pedaging,  dan telur, dia menekankan,  harus terus dipantau pasokannya agar faktor musiman tidak menjadi pendorong kenaikan harga.

Tag : kota malang, tarif pesawat
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top