Bank Mandiri Siapkan Rp200 Miliar bagi Mitra Produksi Petroganik

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan plafon kredit usaha bagi mitra produksi pupuk Petroganik sebesar Rp200 miliar melalui kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik (PG).
Peni Widarti | 30 November 2018 17:32 WIB
Penandatanganan kerja sama Bank Mandiri-Petrokimia Gresik, Jumat (30/11 - 2018).

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan plafon kredit usaha bagi mitra produksi pupuk Petroganik sebesar Rp200 miliar melalui kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik (PG).

President Large Corporate Bank Mandiri Bapak Dannif Danusaputro mengatakan kerja sama dengan Petrokimia ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mengejar penyaluran kredit bagi usaha kecil menengah (UKM) yang tahun ini ditarget Rp57 triliun secara nasional.

"Sampai akhir tahun ini akan kami kejar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Kami berupaya penyaluran kredit UKM bisa menyasar sektor pertanian/perikanan," ujarnya seusai penandatanganan kerja sama Bank Mandiri-Petrokimia  Gresik, Jumat (30/11/2018).

Dia menambahkan dari total kredit UKM tersebut, khusus sektor pertanian hingga Oktober 2018 sudah terealisasi Rp14,2 triliun.

Dannif menjelaskan kerja sama dengan skema Fasilitas Receivables Financing (PO & Invoice Financing) kepada kelompok mitra Petrokimia ini dimaksudkan untuk mempercepat penerimaan pembayaran serta memperkuat likuiditas mitra Petrokimia.

"Targetnya, pembayaran dapat diterima oleh mitra sejak Petrokimia melakukan order kepada mitra," katanya.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo menambahkan dukungan pembiayaan diharapkan dapat memberikan kepastian dan kenyamanan kepada mitra suplier PG sehingga dapat terus mendukun PG dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

"Kami memiliki 167 mitra, dan yang menyaksikan penandatangan kerja sama dengan Bank Mandiri ini ada 45 mitra. Kami berharap mereka bisa segera apply sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

Direktur Pemasaran PG, Meinu Sadariyo menambahkan selama ini mitra produksi PG mengalami kendala dalam hal permodalan untuk membiayai proses produksinya.

"Maka dengan kepastian PG sebagai penjamin atau avalist bagi mitra produksi Petroganik, para mitra akan lebih mudah mendapatkan pinjaman modal dengan bunga rendah," jelasnya.

Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47 Tahun 2017 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun 2018, disebutkan bahwa holding PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat alokasi pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1 juta ton di antaranya merupakan pupuk organik Petroganik yang ditugaskan kepada Petrokimia Gresik untuk memproduksi dan menyalurkan sekitar 942.200 ton.

Tag : bank mandiri, petrokimia
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top