Fintech Akseleran Mulai Sasar Pengusaha Jatim

Perusahaan financial technology (fintech) PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mulai menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Timur.
Peni Widarti | 26 November 2018 16:58 WIB
Head of Public and Goverment Relation Akseleran, Rimba Laut (kiri) dan Chief Marketing Officer Akseleran, Andri C. Madian (kanan) saat menunjukan aplikasi mobile Akseleran kepada media di Surabaya, Senin (26/11/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan financial technology (fintech) PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mulai menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Timur sebagai upaya mengejar target penyaluran kredit sebesar Rp200 miliar tahun ini.

Head of Public and Goverment Relation Akseleran, Rimba Laut mengatakan di Jawa Timur saat ini sudah ada 3.400 orang pemberi pinjaman dengan nilai investasi yang sudah terkumpul sebanyak Rp6 miliar.

Sedangkan pengusaha yang akan meminjam dana dari wilayah Jatim masih belum ada karena sejauh ini nasabah yang mengajukan kredit belum memenuhi kriteria.

"Dengan banyaknya orang yang menaruh dana di Akseleran ini menunjukkan geliat dan animo masyarakat Jatim sangat tinggi untuk berinvestasi dengan meminjamkan uangnya kepada pengusaha lain," jelasnya saat konferensi pers, Senin (26/11/2018).

Dia menjelaskan para pemberi pinjaman di aplikasi Akseleran di Jatim memiliki tren pertumbuhan yang sangat tinggi dengan rerata per bulan bisa tumbuh 40% - 50%.

Sehingga dalam waktu 15 bulan sejak Akseleran didirikan, jumlah pemberi pinjaman di Jatim tembus 3.400 orang yang 60% di antaranya kebanyakan dari wilayah Surabaya.

Rimba menambahkan, dari target penyaluran Rp200 miliar tersebut, hingga November ini sudah terealisasi sekitar 90%.

Kebanyakan pinjaman modal usaha disalurkan untuk sektor kontruksi/kontraktor, migas, digital marketing dan industri kreatif.

"Karena sudah banyak pemberi pinjaman dari Jatim, kini waktunya kita mendorong pelaku usaha Jatim untuk berkesempatan mendapatkan modal usaha dengan mudah," imbuhnya.

Chief Marketing Officer Akseleran, Andri C. Madian menjelaskan rata-rata pengusaha yang telah meminjam modal melalui Akseleran mencapai Rp400 juta - Rp500 juta dengan tenor 3 bulan, atau 6 bulan hingga 12 bulan serta bunga yang kompetitif meski masih di atas bank.

"Kami sangat selektif sekali dalam memberikan pinjaman modal demi kenyamanan para investor yang sudah mempercayakan dananya di Akseleran, dan sejauh ini tingkat kualitas kreditnya atau Non Performing Loan (NPL) kita rendah sekali cuma 0,34%," imbuhnya.

Andri menjelaskan, dalam menyalurkan pinjaman modal kepada pengusaha, Akseleran menyertakan sejumlah syarat di antaranya adalah harus memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 1 tahun, sudah menghasilkan laba, memiliki laporan keuangan yang jelas, rekening koran, dan cek riwayat kredit UKM.

"Selain itu, kami juga bebankan agunan yang lebih fleksibel seperti invpice financing bulan aset bangunan. Inilah yang membedakan Akseleran dengan peer to peer landing lainnya," jelasnya.

Sementara, lanjut Andri, untuk pemberi pinjaman atau investor bisa mendapatkan imbal hasil 18% - 21% per tahun. Minimal investor bisa menyimpan dananya di Akseleran sebesar Rp100.000 melalui aplikasi Akseleran.

Adapun saat ini aplikasi Akseleran sudah memiliki 70.000 pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia. Awal kehadirannya, sebanyak 100% pengguna Akseleran mengakses dari website. Namun sejak ada aplikasi mobile, kini sudah 75% pengguna Akseleran mengakses melalui aplikasi mobile dam 25% melalui website.

Tag : fintech
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top