Urai Kemacetan, Blok Rel Wonokromo Resmi Dibuka

Perlintasan kereta api yang telah diperlebar dengan blok rel di ruas Mayangkara Wonokromo tepatnya di depan RSI Wonokromo akhirnya resmi dibuka sehingga dapat mengurai kemacetan.
Peni Widarti | 23 November 2018 20:56 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menyapa pengunjung ketika berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/5). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Perlintasan kereta api yang telah diperlebar dengan blok rel di ruas Mayangkara Wonokromo tepatnya di depan RSI Wonokromo akhirnya resmi dibuka sehingga dapat mengurai kemacetan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, perlintasan yang baru diresmikan itu memiliki panjang 24 meter dengan konstruksi utama berupa rel R54 yang ditutup dengan plate sebagai pengikat blok rel.

"Pekerjaan ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp525 jutaan dengan lama pengerjaan tiga bulan, tapi ternyata, pekerjaannya lebih cepat hanya dalam kurun waktu 2 bulan," katanya dalam rilis, Jumat (23/11/2018).

Dia mengatakan rampungnya pengerjaan blok rel ini maka perlintasan kereta api yang awalnya hanya memiliki lebar 9 meter kini menjadi 17 meter menyesuaikan ukuran Frontage Road sisi barat.

"Dengan begitu, maka jalan yang tadinya hanya 3 lajur bisa muat 6 lajur, sehingga mampu mengurangi bottleneck Wonokromo," imbuhnya.

Meski dapat mengurai kemacetan, kata Risma, masyarakat pengguna jalan tetap harus berhati-hati ketika melintas kawasan tersebut, sebab di daerah itu ada dua jalur, yaitu dari timur dan dari selatan.

"Sebenarnya dalam undang-undang tidak boleh ada jalan sebidang, tapi karena itu merupakan jalan nasional, maka harus dikerjakan. Makanya, kami nanti masih butuh U-turn ke arah Pasar Wonokromo,” imbuh Risma.

Wali Kota perempuan pertama itu menambahkan tahun depan pemkot akan terus melanjutkan pembangunan Frontage Road sisi Barat di bagian Pasar Wonokromo. Apalagi, hingga saat ini, hampir semua bangunan bekas Pasar Wonokromo sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya.

"Hampir semua sudah kami bebaskan, ada lahan milik PT KAI juga beberapa persil, nanti kami diskusikan. Kemarin bongkar bangunannya manual karena permintaan warga. Tahun depan akan kami proses, bareng sama pembangunan Jembatan Joyoboyo. Ini masih dibuat amdalnya," imbuhnya.

 
 

Tag : surabaya, walikota surabaya tri rismaharini
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top