Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apakah Teh Sehat untuk Anak? Begini Penjelasan Dokter

Rasa dan wangi teh yang khas membuatnya jadi salah satu minuman favorit banyak orang tanpa memandang usia.
Teh chamomile bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pencernaan./Healthline
Teh chamomile bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pencernaan./Healthline

Bisnis.com, MALANG — Tidak ada larangan bagi anak untuk mengkonsumsi teh, namun ada beberapa cara yang perlu ditempuh dan tidak berlebihan.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hawin Nurdiana, mengatakan rasa dan wangi teh yang khas membuatnya jadi salah satu minuman favorit banyak orang tanpa memandang usia. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukai teh.

“Tidak ada larangan bagi anak-anak untuk mengkonsumsi teh. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para orang tua,” ujarnya, Selasa (5/3/2024).

Menurut dia, teh mengandung fitat dan tanin yang menyebabkan terhambatnya absorpsi atau penyerapan zat besi, sedangkan zat besi sangat berguna untuk pertumbuhan maupun perkembangan. Utamanya pada anak usia 6 bulan hingga 2 tahun yang tergolong pada periode pertumbuhan cepat.

Anak pada usia 0-6 bulan bisanya akan diberi asi eksklusif, kemudian pada usia 6-24 bulan bisa mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Jika semisal MPASI tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi pada anak, maka dapat menyebabkan anemia pada anak tersebut.

“Tidak hanya pada pertumbuhan, zat besi pun berpengaruh untuk kecerdasan otak. Ketika penyerapannya terhambat, kemudian zat besi yang masuk menjadi sedikit. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan pada anak,” jelasnya.

Jika anak ingin mengkonsumsi teh, Hawin menyarankan untuk meminumnya diantara dua waktu makan, bukan setelah makan. Gunanya agar tidak menghambat penyerapan zat-zat besi yang sudah dikonsumsi. Pun jangan mengonsumsi teh kemasan yang mengandung gula secara berlebih.

“Teh dalam kemasan dengan banyak kandungan gula, dapat menyebabkan anak obesitas,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, teh mengandung polifenol yang berguna untuk anti radang dan antioksidan yang juga bermanfaat bagi tubuh. Namun minuman ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin dan berlebihan.

Teh juga mengandung kafein, teofilin dan teobromin yang berfungsi sebagai stimulan. Berbagai hal tersebut terkadang menyebabkan anak menjadi lebih hiperaktif.

“Jika anak terlihat aktif bahkan hingga sulit tidur, disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh,” ucapnya.

Secara umum, sebetulnya teh tidak berbahaya bagi anak, tetapi manfaat konsumsi teh secara rutin pada anak belum terbukti. Masyarakat tetap dapat memberikan teh sebagai minuman bagi anak dengan memperhatikan jumlah dan waktu pemberian.

Namun, dia menyarankan agar anak bisa mengkonsumsi susu karena manfaatnya lebih banyak. “Teh itu tidak mengandung protein, lemak, karbohidrat, hanya mengandung sedikit mineral,” ujarnya. (K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper