Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Piutang Pembiayaan Konvensional di OJK Malang Tembus Rp6,65 Triliun

Jumlah investasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,94% yoy menjadi Rp200 miliar.
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022)./Bisnis-Abdurachman
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022)./Bisnis-Abdurachman

Bisnis.com, MALANG — Piutang pembiayaan konvensional di industri pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang tercatat mencapai Rp6,65 triliun pada posisi Oktober 2023, meningkat 9,27% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp6,09 triliun.

Plt. Kepala Kantor OJK MalangIsmirani Saputri, mengatakan untuk piutang pembiayaan syariah tercatat sebesar Rp199 miliar, termoderasi 3,14% secara yoy. Risiko kredit pembiayaan konvensional sebesar 25%, meningkat 3,43% dari tahun sebelumnya,” ujarnya, Kamis (18/1/2024).

Sedangkan aset dana pensiun di wilayah kerja OJK Malang mencapai Rp226 miliar pada akhir triwulan III/2023, kata dia, tumbuh 10,53% secara yoy. Sementara itu, jumlah investasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,94% yoy menjadi Rp200 miliar.

Menurut dia, terdapat dua perusahaan pergadaian yang terdaftar dan berizin OJK dengan kantor pusat di wilayah kerja KOJK Malang dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp550 juta pada akhir September 2023, menurun 0,31% dari posisi bulan sebelumnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai ekonomi terus bergerak yang ditandai peningkatan pembiayaan (kredit) di triwulan IV/2023. 

Namun seiring dengan peningkatan penyaluran pembiayaankata dia, risiko kredit juga meningkat yang dapat disebabkan oleh munculnya usaha-usaha baru yang belum resilien namun memiliki tingkat kompetisi yang tinggi, sehingga risiko kegagalan bisnis lebih tinggi. 

“Tentu hal ini dapat menjadi bagian mitigasi risiko dalam penyaluran pembiayaan,” ucapnya.

Penyaluran pembiayaan tidak hanya konvensional, namun seiring dengan perubahan kebutuhan skema pembiayaan masyarakat maka muncul lembaga-lembaga penyaluran pembiayaan seperti pegadaian dengan skema pembiayaan sesuai kebutuhan dan proses lebih cepat. 

Selain itu, geliat ekonomi menjelang akhir 2023 juga dibuktikan dengan pertumbuhan investasi dan peningkatan aset dana pensiun. Tentunya hal ini akan menambah amunisi untuk pertumbuhan ekonomi pada akhir 2023. (K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper